Suara.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi dua anak korban penelantaran yakni Marcel (3) dan Sony (16) yang kini tinggal di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Tangerang. Dalam kunjungannya itu, Mensos membawakan mainan.
Kisah sedih Sony dan adiknya itu terkenal setelah menjadi viral di media sosial Instagram awal pekan ini. Keduanya diasuh dan tinggal bersama sang bibi, Desi yang mengalami gangguan jiwa.
Dalam kunjungan tersebut Mensos membawakan banyak hadiah untuk keduanya. Antara lain, pakaian, tas dan buku, buah-buahan, mainan bola-bola kecil warna warni dan puzzle.
"Mudah-mudahan kondisi kesehatan keduanya semakin membaik dan saya berharap Sony dapat melanjutkan sekolah kembali," kata Mensos di Tangerang, Kamis (5/1/2016).
Sony yang menerima tas dan pakaian dari Mensos tampak tersenyum dan menerima dengan mata berbinar. Ia kemudian meraih tangan Khofifah dan menciumnya. Sony ingin dipertemukan degan ibunya. Kerinduannya terhadap sang ibu dicurahkan kepada Khofifah.
Ayah Sony meninggal dua tahun lalu karena sakit. Sementara ibu kandung mereka memilih pergi meninggalkan rumah. Khofifah janji akan mempertemukan Sony dan Marcel bertemu dengan ibunya.
"Tadi saya tanya Sony ingin apa, dia jawab ingin bertemu ibu. Lalu saya tanya mau sekolah di asrama atau bagaimana, dia menjawab maunya sekolah lagi dan tinggal bersama ibunya," kata Khofifah.
Melihat kondisi Sony dan Marcel, Mensos menegaskan bahwa prioritas pengasuhan anak terlantar adalah dikembalikan kepada keluarga mengingat pola kekerabatan di Indonesia masih cukup kental.
"Jadi diutamakan kembali ke keluarga meskipun pemerintah memiliki rumah atau tempat pengasuhan anak," ujar Mensos.
Sementara itu untuk mengobati rasa trauma, Kemensos telah menyiapkan tim layanan psikososial. Harapannya baik Sony maupun Marcel tidak mengalami trauma berkepanjangan. Demikian pula jika dibutuhkan fisioterapi bagi Marcel.
"Pada intinya penanganan didasarkan hasil pengkajian psikologis mereka. Jadi penanganan korban sesuai dengan kebutuhan, bukan menerka-nerka atau asal membantu saja," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!