Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri silaturahmi dengan Relawan Nusantara (RelaNU) di Patra Kuningan, Jakarta, Minggu (15/1). [suara.com/ Kurniawan Mas'ud]
Calon Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mengkritik program cagub nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni yang akan memberikan uang tunai kepada warga tak mampu sebesar Rp5 juta satu tahun dan Rp1 miliar per tahun untuk satu RW.
Kepada wartawan di salah satu tempat makan di bilangan Cibubur, Jakarta Timur, Ahok menjelaskan bahwa sebenarnya ketua RW tidak diperbolehkan memegang uang pemerintah. Karena menurut Ahok, yang diperbolehkan untuk mengelola uang pemerintah adalah PNS.
"Rumah miskin dikasih Rp5 juta, satu RW dikasih Rp1 miliar. Memang boleh (ketua RW) pegang uang pemerintah? Nggak boleh," kata Ahok, Senin (16/1/2017).
Selanjutnya, Ahok pun bingung bila program tersebut terlaksana siapa nantinya yang akan bertanggung jawab jika ke depan terjadi penyalahgunaan.
"Saya kan di komisi II (dulu), semua sekretaris desa diangkat jadi PNS. Karena bantuan ke desa itu nggak boleh dikelola oleh kepala desa, harus oleh PNS. Makanya sekretaris desa jadi PNS," ucap Ahok.
"Kalau RW megang Rp1 miliar, sebagai apa? Individu? Nanti tanggung jawabnya bagaimana," Ahok menambahkan.
Tak hanya itu, terkait program Rp5 juta untuk warga miskin yang dijanjikan Agus dan Sylviana jika menang Pilkada Jakarta 2017, dirasa aneh dan rentan disalahgunakan.
Terakhir, Ahok mengungkapkan program pendidikan untuk warga tak mampu melalui Kartu Jakarta Pintar yang sudah ia terapkan selama ini memberikan lebih banyak duit dibanding program milik Agus. Hanya saja, uang bantuan pendidikan tersebut tak bisa di tarik tunai.
"Beras miskin saja banyak orang miskin nggak dapat kok. KJP kita nggak lebih dari Rp5 juta? Anak SMA itu sebulan Rp600 ribu lho, setahun Rp7,2 juta. Kalau masuk PTN langsung kasih hadiah Rp18 juta. Kalau punya 2 anak sudah Rp14,5 juta. Lebih gede siapa, cuma bedanya ini nggak bisa tarik tunai," jelas Ahok.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno