Suara.com - Setelah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Mabes Polri, hari ini, pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab menggunakan jalur politik untuk menyikapi persoalannya dengan Kepala Polisi Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan dan Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan. Rizieq bertemu Komisi III DPR.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menghargai langkah yang diambil Rizieq.
"Biarin saja, namanya juga datang ke wakil rakyat ya biasa. Nggak ada masalah itu," kata Argo kepada Suara.com, Selasa (17/1/2017).
Argo menegaskan langkah hukum dan politik yang ditempuh Rizieq tidak akan menyurutkan penyidik polisi untuk menangani kasus Rizieq.
"Dia mau ke DPR ya wajar saja. Ya kan kami kalau dia salah ya tetap kita periksa (terkait sejumlah kasus Rizieq)," ujar Argo.
Saat ini, Rizieq sedang menghadapi sejumlah kasus hukum. Kasus yang dilaporkan masyarakat ke Polda Metro Jaya, antara lain dugaan fitnah dan penghasutan terkait penyebutan logo palu arit di lembaran uang Rp100 ribu, dugaan penghinaan terhadap agama, dan yang terbaru kasus penyebutan "pangkat jenderal, otak hansip." Dalam kasus logo palu arit, rencananya polisi akan memeriksa Rizieq, Senin pekan depan.
Sementara di Polda Jawa Barat, dia dilaporkan kasus dugaan penghinaan terhadap Pancasila dan Bung Karno. Pada Kamis (12/1/2017) lalu, dia sudah diperiksa sebagai saksi pelapor.
Siang tadi di Komisi III DPR, Rizieq meminta meminta komisi hukum dewan mengevaluasi kinerja Iriawan dan Anton Charliyan.
"Kami menuntut Kapolda Jawa Barat dan Kapolda Metro, bukan karena emosi, bukan karena sentimen pribadi, tapi justru kami ingin menjaga nama baik Polri, citra Polri. Karena Polri milik bangsa, milik rakyat yang harus kita jaga. Kita tidak ingin berhadapan dengan institusi Polri, tapi kita berhadapan dengan oknum Polri yang melakukan pelanggaran hukum," kata Rizieq usai audiensi.
Baca Juga: Kasus Logo Palu Arit Habib Rizieq Ditingkatkan ke Penyidikan
Rizieq juga meminta Komisi III DPR menyampaikan aspirasi ini ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebab, kata Rizieq, Tito berkomitmen untuk menegakkan hukum.
Rizieq mengkritik keras sikap Anton dalam menanggapi kericuhan antara laskar FPI dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia pada Kamis (12/1/2017). Laskar FPI dan GMBI bersinggungan setelah Rizieq diperiksa Polda Jawa Barat dalam kasus dugaan penghinaan Pancasila dan Bung Karno.
Rizieq menyebut ormas GMBI yang dibina Anton menyerang laskar FPI.
"Itu perilaku yang tidak terpuji," kata dia.
Rizieq juga menilai Iriawan bertanggungjawab atas insiden kericuhan di tengah demonstrasi 4 November di depan Istana Merdeka, Jakarta.
"Jadi Kapolda Metro Jaya harus bertanggungjawab terhadap perilakunya tersebut. Dan ini kita laporkan ke Propam Mabes Polri agar diperiksa secara hukum, dan kali ini kami laporkan ke Komisi III," ujar dia.
Berita Terkait
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei
-
Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza
-
FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital