Suara.com - Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu Negeri Sabah, Malaysia, menyatakan bahwa majikan berjanji akan memberikan jaminan hidup kepada anak dan istri dari tiga pekerja WNI yang diduga diculik di perairan Filipina.
"Kami sudah ketemu majikan ketiga WNI yang hilang (diculik) itu, Majikan dari tiga WNI itu berjanji akan memberikan jaminan hidup selama belum kembali," ujar Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Ahmad DH Irfan melalui pesan singkat yang disampaikan Satgas Perlindungan WNI Kota Kinabalu, Minggu (22/1/2017).
Majikan ketiga WNI itu bernama Mr Shing, kata dia, langsung melaporkan kepada aparat kepolisian Sandakan, Malaysia setelah mendapatkan informasi perahunya ditemukan petugas Coast Guard Filipina di perairan Langawan Pulau Taganak, Filipina Selatan, 19 Januari 2017 sekitar pukul 15.15 waktu setempat.
"Majikan ketiga WNI yang hilang ini sangat kooperatif dan bersedia memberikan santunan setiap bulan kepada anak dan istri tiga pekerja tersebut selama belum ditemukan," ujar staf Satgas Perlindungan WNI KJRI Kota Kinabalu ini.
Ketiga WNI yang diculik tersebut, kata dia, baru Subandi bin Sattu (47) nomor paspor AS515571 asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel yang punya istri dan seorang anak yang masih berusia satu tahun.
Sedangkan Hamdan bin Salim (29) nomor paspor AR413790 asal Pulau Selayar, Sulsel, dan Sudarling bin Samansung (26) nomor paspor A4034382 asal Pulo Bembe, Sulbar belum punya istri.
Ia mengatakan, memperoleh informasi bahwa Subandi sempat menghubungi sesama nelayan asal Indonesia melalui sambungan telepon untuk memberitahukan majikannya segera mengurus pembebasannya.
Namun, Subandi tidak memberitahukan keberadaannya, dan kelompok apa yang menculiknya, ujar dia. (Antara)
Baca Juga: Artis Ketahuan Kencan di Swiss hingga Ustadz Seleb Resmi Cerai
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran
-
Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026
-
Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?