Suara.com - Di hadapan massa anti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Bachtiar Nasir mengatakan saksi-saksi fakta yang dihadirkan jaksa penuntut umum, hari ini, memberatkan perkara Ahok.
"Jadi saya sampaikan saksi - saksi fakta ini menguatkan kita. Jadi kita harus bersyukur," kata Bachtiar di hadapan massa yang demonstrasi sejak pagi tadi di depan Auditorium Kementerian Pertanian.
Dalam sidang ketujuh hari ini, agendanya mendengarkan keterangan lima saksi yang terdiri dari dua saksi fakta yaitu Lurah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Yuli Hardi; kameramen Dinas Komunikasi, Informasi, dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta; Nurkholis Majid, kemudian tiga saksi pelapor yakni Ibnu Baskoro, Muhammad Asroi Saputra, dan Iman Sudirman.
Tapi, dalam perkembangannya, Ibnu Baskoro tidak hadir tanpa keterangan.
Bachtiar juga menyampaikan kegelisahannya terhadap pandangan terhadap aksi ormas Islam belakangan ini.
"Jadi kalau kami bicara Islam, kami nanti dibilang anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika, dan anti nasionalisme. Ini kan bisa gagal paham," ujar Bachtiar.
Bachtiar berharap jangan ada anggapan aksi umat Islam sebagai ancaman.
"Maka itu, jangan menganggap umat Islam sebagai ancaman. Tapi pandanglah apa yang sedang berjalan ini, sebagai aset besar bagi Indonesia," Bachtiar menambahkan.
Berita Terkait
-
Prabowo Bakal Hadir di BoP AS, FPI Sampaikan Peringatan ke Pemerintah
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan
-
Dicecar Polisi 63 Pertanyaan Terkait Kasus Mens Rea, Pandji Bantah Tuduhan Penistaan Agama
-
FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU