Tim Pemenangan Basuki T. Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat (Djarot), David Rahardja menyatakan optimis “jagoannya” akan memenangkan pilkada DKI Jakarta 2017 dalam 1 putaran saja. Hal ini dikatakannya setelah berlangsungnya debat kedua membuat masyarakat terbuka menilai pemimpin yang memang mengerti dan bisa bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
“Kami melakukan survei internal dan sebagian masyarakat yang selama ini belum menentukan pilihan setelah melihat debat kedua, mereka makin mantap memilih Ahok-Djarot. Bagi kami, debat kedua ini membuka hati masyarakat untuk memilih pemimpin yang mengerti dan bisa bekerja untuk rakyat,” kata David di Jakarta, Minggu (29/1/2017).
Menghadapi berbagai tanggapan miring soal pemerintahan Ahok-Djarot, dan kritikan dari paslon lain, David menyikapi cukup santai. Pasalnya, ia menilai paslon lain masih hanya sebatas mengamati namun belum pernah “turun tangan” langsung untuk memberkan solusi.
“Tim paslon lain masih berkata kita akan coba mempraktekan ini dan itu, tapi Ahok- Djarot sudah melaksanakan dan masyarakat sudah merasakan hasil dan manfaat yang selama ini bahkan sulit dilakukan oleh Gubernur sebelumnya. Warga Jakarta kan cerdas. Yang mereka lihat adalah kepastian. Ahok-Djarot sampaikan pada debat itu dengan rasional dan cerdas," tandas David yang juga Fungsionaris Taruna Merah Putih itu.
Menurut pengusaha muda itu, banyak yang mencibir Ahok karena pegawai pemprov DKI banyak mendapat tekanan darinya. David menambahkan sebagian besar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan para pejabat Pemprov DKI banyak yang bersyukur selama kepemimpinan Ahok dan Djarot. Bahkan, ia dan Djarot juga sudah membuat reformasi birokrasi untuk para pegawai dengan promosi terbuka.
Menurut David, salah satu cara Ahok untuk menghargai para pegawai adalah dengan terus mendekatkan diri dan tidak menganggap mereka sebagai bawahan.
"Ini bukti kongkret, Pak Ahok tidak mebeda-bedakan, pegawai biasa juga beliau bisa hadiri undangannya, ini bukti bahwa Pak Ahok bekerja dengan hati," tuturnya.
David juga mengingatkan agar semua pihak dapat saling bekerja sama dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada yang jujur dan bersih. Untuk itu ia merasa perlu menyiapkan saksi-saksi nantinya agar hasil akhir pilkada memang sesuai harapan rakyat.
Baca Juga: Besok ke Pulau Pramuka, Ahok Yakin Tak Ditolak Warga
“Mari kita rapatkan barisan terutama dalam amankan suara-suara di TPS mulai dari tempat pencoblosan, sampai pencatatan serta pengiriman suara. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat pada 15 Febuari nanti gunakan hak pilih sesuai hati nurani tanpa ada paksaan ataupun tergoda oleh money politics, jangan sampai ada kebocoran suara dalam perjalanan,” tutupnya sembari mengacungkan 2 jari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
-
Media Asing: Donald Trump 'Permalukan' FIFA Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
Terkini
-
Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel
-
Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja
-
Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK
-
Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy
-
545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas
-
Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim
-
75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Marak Kekerasan di Daycare, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pengasuhan Anak
-
Bukan Sekadar Teror, Polisi Didesak Sikat Otak Penyerangan Andrie Yunus!