Suara.com - Kepolisian Israel mulai menggusur permukiman ilegal Amona di Tepi Barat pada Rabu (1/2/2017) waktu setempat.
"Operasi Locked Garden 2 sudah dimulai," kata seorang juru bicara kepolisian Israel.
Siaran langsung televisi Israel memperlihatkan bus-bus dipenuhi ribuan polisi memasuki Amona. Mereka hendak melaksanakan perintah pengadilan untuk mengosongkan permukiman tersebut
yang dibangun di atas tanah pribadi Palestina.
Militer telah mengeluarkan perintah kepada para warga untuk keluar dari kompleks dalam waktu 48 jam. Para personel menghadang jalan-jalan yang mengarah ke permukiman itu.
Namun, ratusan pegiat kanan-tengah tiba di Amona untuk menentang penggusuran. Para pegiat menghalangi diri mereka sendiri di rumah-rumah dan di sebuah tempat ibadah Yahudi ketika polisi meminta mereka keluar secara baik-baik. Tidak ada bentrokan muncul pada proses penggusuran.
Amona, yang berada di sebelah timur kota Ramallah, Palestina, merupakan salah satu dari 100 permukiman ilegal yang bertebaran di Tepi Barat.
Kompleks-kompleks hunian itu dibangun oleh kalangan ultrakanan tanpa izin dari pihak berwenang Israel. Selama ini, pemerintah hanya menutup mata terhadap pembangunan perumahan ilegal tersebut.
Berdasarkan hukum internasional, seluruh pendirian rumah di wilayah tersebut merupakan tindakan ilegal karena dilakukan di atas tanah-tanah yang diduduki Israel pada Perang Timur Tengah 1967. Tanah-tanah itu diharapkan Palestina sebagai wilayah untuk membangun negaranya di masa depan.
Selama beberapa bulan terakhir, Amona telah menjadi simbol gerakan permukiman garis keras dan masalah utama dalam dunia politik Israel maupun bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Negara Arab Ini Bela Kebijakan Imigrasi Trump
Pengadilan tertinggi Israel pada 2014 menetapkan bahwa Amona harus digusur karena permukiman itu dibangun di atas tanah pribadi Palestina. Pengadilan kemudian menentukan 8 Februari sebagai hari terakhir pengosongan Amona.
Penggusuran tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh pemerintah Israel terhadap kompleks hunian ilegal Yahudi dalam empat tahun terakhir ini. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Hati-hati dengan 'All the President's Men' yang Bermental Bejat
-
Meutya Hafid Beberkan Hasil Pemberantasan Judol: 3,4 Juta Situs Ditutup, Ribuan Rekening Diblokir
-
Kecil Korban Bullying Besar Jadi Pembunuh Hamas, Ini Tampang Direktur Mossad Baru Roman Gofman
-
Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman untuk Perkuat Pelindungan PMI
-
Prabowo Tambah Kekuatan Militer RI, 6 Jet Rafale hingga Rudal Meteor Diserahkan ke TNI
-
Ribuan Warga Menonton Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, KDM: Berdampak Positif bagi Ekonomi
-
Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan
-
Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5
-
Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi
-
Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?