Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan agar bisa menemukan telepon seluler milik Antasari Azhar. Ponsel tersebut sebelumnya disita kejaksaan terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen yang menjerat Antasari.
Menurut Argo, koordinasi dilakukan untuk mengetahui apakah barang bukti tersebut masih berada di tangan kejaksaan atau tidak. Kabar yang beredar, ponsel itu hilang ketika Antasari mendekam di dalam penjara.
"Kita upayakan kita cari," kata Argo ditemui di kantornya, Jumat (10/2/2017).
Pencarian ponsel Antasari untuk menyelidiki laporan SMS gelap yang diterima polisi pada 2011 lalu. Pesan singkat misterius itu diyakini untuk menjebak Antasari sebagai pihak yang bertanggungjawab atas pembunuhan Nasruddin.
Argo mengatakan pihaknya kesulitan untuk mencari transkrip rekaman percakapan yang diduga menggunakan nomor mirip Antasari dari penyedia layanan telekomunikasi.
"Kita masih mengupayakan providernya di situ, ada rekamannya di situ. Karena provider kalau untuk ngangkat (data percakapan) beberapa tahun kesulitan di situ," ujarnya.
Dia juga menilai barang bukti berupa fotokopi transkrip pembicaraan yang diberikan Antasari pada 2011 lalu masih kurang cukup untuk bisa menindaklanjuti kasus SMS gelap tersebut.
"Itu (bukti) hanya berupa foto kopi percakapan," katanya.
Rencananya, polisi akan memanggil Antasari yang merupakan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu pada pekan depan. Sebelumnya polisi telah memeriksa anggota tim pengacara Antasari Azhar, Masayu Donny Kertopati sebagai pihak pelapor.
Baca Juga: Djarot: Agus Terlalu PD, Anies Pandai Bikin Opini Mengawang-awang
Sebelumnya pada Rabu (1/2/2017) lalu, Antasari bersama Boyamin Saiman selaku anggota tim pengacara dan adik Nasrudin, Andi Syamsuddin mendatangi Polda Metro Jaya untuk menagih laporan SMS gelap ke penyidik.
Kasus pembunuhan Antasari membuat Antasari diberhentikan dari pimpinan KPK pada tahun 2009 atau di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Setelah mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo, Antasari kini lebih leluasa untuk berjuang membongkar kasusnya.
Antasari ingin mengungkap kasus tersebut karena dia merasa menjadi korban kriminalisasi.
Antasari berharap lewat pengungkapan siapa sesungguhnya pengirim SMS gelap yang mengatasnamakan dirinya bisa mengarah ke otak pembunuh sesungguhnya. SMS tersebut dikirim sebelum Nasrudin tewas ditembak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!