Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) memberikan ultimatum supaya tidak ada intimidasi kepada Habib Rizieq Shihab saat persidangan terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Selasa (28/2/2017).
"Kami ingatkan semua pihak jangan sampai ada intimidasi, tekanan dan perlakuan tidak baik yang melanggar hukum terhadap Habib Rizieq Shihab sebelum, pada saat, dan setelah beliau memberikan keterangan dalam sidang Ahok, besok," kata Wakil Ketua ACTA Herdiansyah, di Restoran Cepat Saji Donkin Donuts, Menteng, Jakarta, Minggu (26/2/2017).
Dia menambahkan, Jaksa Penuntut Umum dan Penasehat Hukum terdakwa sebagai penegak hukum terikat pada kode etik masing-masing profesi yang jika dilanggar akan ada konsekuensinya. Menurut Herdiansyah, apapun yang yang dilakukan dalam persidangan tidak boleh keluar dari koridor kode etik tersebut. Mereka harus mengedepankan sikap-sikap yang terhormat dan menjauhi sikap yang kasar dan arogan.
Herdiansyah meminta agar majelis hakim dapat memimpi sidang dengan baik. Majelis Hakim harus bisa mengatur lalu-lintas pembicaraan antara para pihak dalam sidang secara efektif. Penasehat hukum terdakwa, tambah dia, juga tidak boleh dibiarkan sengaja mengulang-ulang pertanyaan atau mengajukan pertanyaan yang tidak relevan dengan dakwaan serta mengulur-ulur waktu. Menurutnya, Majelis Hakim harus tegas menegur pihak yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan tidak etis dalam persidangan.
Pembina ACTA Habiburokhman menambahkan, salah satu bentuk intimidasi dilakukan oleh pengacara terdakwa Ahok, Humphrey Djemat kepada Habib Rizieq dalam pernyataannya. Habiburokhman menceritakan, ada pernyataan dari Humphrey yang intimidatif terhadap Habib Rizieq.
"Pernyataan Humphrey Djemat yang mengatakan akan bikin habib riziq kencing berdiri di pengadilan. Menurut kita ini pernyataan yang intimidatif. Kalau dia punya argumen tinggal diutarakan di persidangan," kata dia.
ACTA, sambungnya, terus memantua jalannya persidangan Ahok ini. Selama ini, banyak nuansa intimidatif yang muncul dalam persidangan tersebut. Pertanyaan yang di arahkan kepada saksi menyasar pada hal-hal yang tidak relevan dengan kasus bahkan terkesan menyerang pribadi.
Di antaranya yang terjadi pada Ketua Umum Majelis Ulama Indoneisa Ma'ruf Amin, serta salah satu pendukung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Gus Joy Setiawan.
"Selain itu, Perlu diketahui, baik saksi atau ahli itu harus diberikan kebebasan dalam memberikan keterangan supaya keterangan yang bener, benar-benar keluar. Karena di KUHAP baik saksi dan ahli harus bebas dan dalam tekanan," kata dia
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
-
Di Persidangan, Noel Sebut Purbaya Yudhi Sadewa 'Tinggal Sejengkal' ke KPK
-
Rano Karno Ungkap Alasan Jalan Berlubang di Jakarta Belum Tertangani Maksimal
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
-
Ironi 'Wakil Tuhan': Gaji Selangit Tapi Masih Rakus, Mengapa Hakim Terus Terjaring OTT?
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
-
Skandal Suap DJKA: KPK Dalami Peran 18 Anggota DPR RI Periode 2019-2024, Ini Daftar Namanya
-
Kabar Baik! Istana Percepat Hapus Tunggakan BPJS Triliunan, Tak Perlu Tunggu Perpres?
-
Gus Ipul Tegaskan Percepatan Sekolah Rakyat Nias Utara Prioritas Utama Presiden Prabowo
-
Survei IPI: Sjafrie Sjamsoeddin Hingga Purbaya Masuk Bursa Bakal Capres 2029