Komisi Pemilihan Umum Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah melakukan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Provinsi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (26/2/2017).
Hasilnya, pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat unggul dengan perolehan 2.364.577 suara atau 42,99 persen. Sementara, pasangan calon Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno berada di urutan kedua dengan perolehan 2.197.333 suara atau 39,95 persen. Kemudian, pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mendapatka 937.955 suara atau 17,05 persen.
Dengan hasil ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Sumarno mengatakan, akan dilakukan putaran kedua. Sebab, tidak ada pasangan calon yang mendapatkan suara 50 persen + 1 hal itu sesuai dengan undang-undang nomor 29 tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
"Dipastikan hasil ini akan berlanjut pada putaran kedua karena tidak ada pasangan yang mendapatkan lebih dari 50 persen," kata Sumarno di lokasi.
Dia menambahkan, KPU DKI Jakarta akan menunggu adanya gugatan yang akan dilayangkan pasangan calon yang tidak terima dengan hasil ini. KPUD Jakarta menyediakan waktu dari tanggal 27-28 Februari dan 1 Maret untuk pasangan calon melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
Ketika tidak ada gugatan, Sumarno mengatakan akan mengumumkan hasil ini pada tanggal 2 atau 3 Maret. "Itu akan kami sahkan dan menetapkan pasangan calon yang akan masuk ke putaran kedua. Kalau ada gugatan bisa jadi mundur sekitar bulan Juni," kata Sumarno.
Saat KPU DKI Jakarta memutuskan menggelar putaran kedua, Sumarno menerangkan, akan segera melakukan konsultasi untuk menyusun regulasi pelaksanaan putaran kedua itu. Konsultasi ini akan dilakukan dengan pasangan calon, partai politik, ahli dan pemerhati Pilkada yang membahas sejumlah hal di antaranya, pemukhtahiran data, proses kampanye, laporan dana kampanye, penjadwalan, pemungutan suara, rekapitulasi dan penetapan calon terpilih. "Untuk sementara yang sudah pasti dalam rancangan regulasi ini adalah, debat satu kali," ujarnya.
Namun, yang patut diapresiasi, kata Sumarno, adalah peningkatan partisipasi pemilih. Jumlah pemilih Pilkada DKI Jakarta 2017 bertambah dibanding dengan Pilkada 2012 lalu. Sumarno mengatakan, pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 2012 hanya diikiti pleh 64-65 persen, namun sekarang mencapai 75 persen lebih. Kemudian di putaran kedua tahun 2012 pemilih mencapai 68 persen.Dia pun Berharap pada putaran kedua Pilkada tahun ini bisa bertambah jumlahnya.
"Ini harus kita dorong lagi dengan sosialisasi. Biasanya putaran kedua lebih tinggi (peminatmya)," kata Sumarno.
Baca Juga: Ini Pesan BJ Habibie Kepada Sandiaga Uno
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba