Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Sumarsono [suara.com/Bowo Raharjo]
Calon gubernur Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengapresiasi dukungan dari komunitas pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni jelang pilkada Jakarta putaran kedua.
Ahok berpesan kepada relawan Gerakan Relawan Agus-Sylviana untuk turut serta memperhatikan permasalahan di lingkungan masing-masing sehingga kelak setelah Ahok-Djarot Saiful Hidayat kembali memimpin Jakarta untuk periode kedua, semua persoalan yang teridentifikasi dapat segera ditindaklanjuti pemerintah.
"Saya masih gubernur. Kalau lanjut lima tahun lebih gampang kerja. Makanya saya ingin bapak dan ibu bantu mana warga yang belum dapat KJP, BPJS Kesehatan, bantu perhatikan lansia yang kehidupannya susah," ujar Ahok di acara deklarasi Gerakan Relawan Agus-Sylviana di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017).
Ahok kemudian menyampaikan nomor telepon yang agar pendukungnya dapat melapor jika mengidentifikasi permasalahan di lingkungan masing-masing.
"Buat bapak, ibu nomor HP saya tolong catat, 0811944728, nggak usah telepon atau ucapkan selamat pagi. Langsung lapor saja mana lansia, mana yang belum dapat KJP, anak sakit, butuh kursi roda, laporkan ijazah nyangkut," kata Ahok.
Ahok kemudian menekankan bahwa pemerintah Jakarta akan memperhatikan semua persoalan sosial dan ekonomi warga.
"Misalnya ada atap rumah mau ambruk dia nggak mampu, laporkan, program ganti atap dengan baja ringan gampang, tolong didata," kata Ahok.
"Kalau yang didata nggak pilih saya, saya bantu nggak? Tetap dibantu, ini kan gubernur sampai Oktober 2017," Ahok menambahkan.
Ahok berpesan kepada relawan Gerakan Relawan Agus-Sylviana untuk turut serta memperhatikan permasalahan di lingkungan masing-masing sehingga kelak setelah Ahok-Djarot Saiful Hidayat kembali memimpin Jakarta untuk periode kedua, semua persoalan yang teridentifikasi dapat segera ditindaklanjuti pemerintah.
"Saya masih gubernur. Kalau lanjut lima tahun lebih gampang kerja. Makanya saya ingin bapak dan ibu bantu mana warga yang belum dapat KJP, BPJS Kesehatan, bantu perhatikan lansia yang kehidupannya susah," ujar Ahok di acara deklarasi Gerakan Relawan Agus-Sylviana di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017).
Ahok kemudian menyampaikan nomor telepon yang agar pendukungnya dapat melapor jika mengidentifikasi permasalahan di lingkungan masing-masing.
"Buat bapak, ibu nomor HP saya tolong catat, 0811944728, nggak usah telepon atau ucapkan selamat pagi. Langsung lapor saja mana lansia, mana yang belum dapat KJP, anak sakit, butuh kursi roda, laporkan ijazah nyangkut," kata Ahok.
Ahok kemudian menekankan bahwa pemerintah Jakarta akan memperhatikan semua persoalan sosial dan ekonomi warga.
"Misalnya ada atap rumah mau ambruk dia nggak mampu, laporkan, program ganti atap dengan baja ringan gampang, tolong didata," kata Ahok.
"Kalau yang didata nggak pilih saya, saya bantu nggak? Tetap dibantu, ini kan gubernur sampai Oktober 2017," Ahok menambahkan.
Pilkada Jakarta putaran kedua akan dilaksanakan pada 19 April 2017. Pilkada diikuti oleh pasangan Aho-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Komentar
Berita Terkait
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan