Suara.com - Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarso beberapa kali menegur Suyanto, saksi meringankan yang dihadirkan terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Suyanto merupakan sopir Ahok saat di Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung.
Teguran itu berawal ketika Dwiarso menanyakan sumber informasi Suyanto, sehingga yang bersangkutan mengetahui kasus penodaan agama dengan tersangka Ahok.
"Saya tahu dari televisi, pak Basuki dituduh menghina Al Maidah (ayat) 51, tapi saya tidak tahu kejadiannya di mana," ujar Suyanto dalam sidang ke-14 kasus penodaan agama di auditorium Gedung Kementerian Pertanian, jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).
Seusai menjawab pertanyaan majelis hakim, lelaki yang mengenakan kemeja berwarna merah marun ini kemudian menengok kearah kanan, tempat Ahok duduk. Hakim pun menegurnya.
"Anda sudah disumpah, tidak boleh bohong saudara, tidak usah takut. Eh (saksi) jangan lihat sana terus, takut saudara? " kata Dwiarso.
Dwiarso lantas menanyakan ke Suyanto yang menjadi saksi kedua Ahok hari ini, apakah pernah ditegur dan dimarahi saat bekerja bersama suami Veronica Tan di Belitung Timur.
"Saya tidak pernah dimarahi, karena kalau jam 7 disuruh datang, saya setengah 7 sudah datang," kata Suyanto.
Setelah menjawab pertanyaan tersebut, lelaki 45 tahun itu kembali menengok kearah Ahok.
"Jangan lihat kesana terus, takut saudara? Tidak pernah dimarahi kan?" tanya Dwiarso.
Baca Juga: Usai Teriak "Hidup Ahok," Warga Dikeroyok sampai Babak Belur
Setelah selesai bersaksi, Suyanto membantah kerap menengok ke arah Ahok karena takut dimarahi Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua itu.
"Saya kan jadi sedih (melihat Pak Ahok di persidangan). Bukan karena takut, saya akan selalu dukung dia sampai kapan pun," kata Suyanto, saat ditanya wartawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
Terkini
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
-
BMKG Kalteng Ingatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
-
KPK: Wacana Pilkada Dipilih DPRD Harus Disertai Regulasi Jelas dan Pengawasan Ketat
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis
-
Antrean Panjang Berburu Tiket Planetarium Jakarta, Jakpro Janji Benahi Layanan
-
Menko Yusril Sebut KUHP dan KUHAP Baru Sebagai Penanda Berakhirnya Hukum Pidana Kolonial
-
BNI Dukung Danantara Hadirkan Hunian Layak bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas