Suara.com - Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965-1966/YPKP kembali menemukan ada sekelompok pihak tertentu yang sengaja ingin merusak kuburan massal korban pembantaian tragedi 65' di sejumlah tempat di daerah.
Bahkan disinyalir ada pihak tertentu yang berusaha membongkar kuburan massal tersebut. Hal itu disampaikan pihak YKPP dalam diskusi tentang penyelesaian kasus pelanggaran HAM 1965-1966 di kantor Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2017) kemarin.
"Minggu lalu saya ke Jegong, Pati, melihat kuburan massal. Berdasarkan pengakuan warga, mereka ada yang melihat sekelompok orang mencoba untuk menggali kuburan massal itu. Tujuannya apa? Padahal kuburan itu tidak boleh diotak-atik karena ada aturan hukumnya," kata Bedjo Untung, Ketua YPKP 65-66.
Sampai saat ini, sebagai temuan baru jadi bukti untuk pengusutan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, telah ditemukan sebanyak 120 kuburan massal di berbagai daerah di Indonesia. Diperkirakan masih banyak lagi kuburan massal korban pembantaian tragedi 65-66 yang belum terdata.
"Di Tangerang ada camp kerja paksa, kemudian di Pemalang wilayah Widuri juga ada yang sekarang sudah berubah menjadi taman wisata. Kemudian di Purwodadi (Jawa Tengah) juga ditemukan kuburan massal dekat hutan jati, tetapi sekarang hilang. Sepertinya ini negara sengaja menghilangkan kuburan massal itu," ujar dia.
Bedjo pun mendesak negara, dalam hal ini pemerintah yang berkuasa, agar melindungi dan menjaga kuburan massal itu dari pihak-pihak yang ingin merusaknya.
Pemerintah juga harus berani mengusut kasus pelanggaran HAM berat massa lalu tersebut supaya tidak menjadi sejarah kelam bagi bangsa ini di kemudian hari.
"Sekaligus saya mendesak kepada negara agar melindungi kuburan massal, agar tidak dirusak, atau diangkat jenazahnya," tutur dia.
Baca Juga: Serangan Udara Pimpinan AS Tewaskan Enam Pemimpin ISIS di Mosul
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733