Suara.com - Dalam proses hukum perkara dugaan suap yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, muncul nama pimpinan DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Fahri bereaksi keras atas penyebutan namanya.
"Saya yang akan panggil KPK. Bukan dibalik. Mereka yang sudah melakukan kesalahan, mereka membuka rahasia pajak, itu melanggar UU pajak. Mereka membuat sandiwara di ruang sidang dengan niat menyerang orang. Tidak ada bukti apapun yang bisa dia temukan tentang saya. Dan kalau adapun urusan pajak bukan urusan KPK," kata Fahri di DPR, Jakarta, Kamis (23/3/2017).
Fahri memerintahkan Komisi Hukum DPR untuk mengevaluasi kinerja KPK yang menurut Fahri tidak bekerja dengan baik.
Nama Fahri dan Fadli muncul disebut dalam sidang kasus dugaan suap pegawai pajak dengan terdakwa Country Direkctor PT. EK Prima R. Rajamohanan Nair. Namanya disebut oleh mantan Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Handang Soekarno ketika dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/3/2014).
Menurut Fahri memanggil seseorang untuk dihadirkan ke persidangan ada aturannya. Fahri kemudian membandingkan dengan adik ipar Presiden Joko Widodo, Arif Budi Sulistiyo, yang juga disebut dalam persidangan tersebut.
"Eh memanggil orang itu hak memanggil orang itu namanya hak yang diberikan oleh UU. Nggak boleh semua orang sembarangan dipanggil, ngawur itu. Ini emangnya negara ini punya dia apa, sembarangan mau manggil orang enggak ada relevansinya apa. Kenapa nggak dia panggil Jokowi aja buat klarifikasi itu adik iparmu beneran nggak? Berani nggak begitu?" kata dia.
Fahri menilai KPK menyalahi aturan karena mengungkapkan dokumen perpajakan ke publik. Lebih jauh, Fahri menilai urusan perpajakan bukan ranah KPK. Dia menilai KPK melakukan pelanggaran dan abuse of power terhadap kewenangan.
"Saya akan minta komisi III juga supaya mereka ditanya soal ini. Apa mereka (KPK) mau jadi preman-preman pasar? Nekan-nekan orang, neror-neror orang itu maunya begitu? Nggak usah belagu, KPK itu yang diawasi DPR bukan DPR diawasi KPK, jangan dibalik-balik. Mau gagah-gagah?" kata Fahri.
Fahri curiga penyidik KPK berpolitik. Meja persidangan, kata dia, digunakan untuk menyerangnya.
"Ini kan dokumen (pajak) saya itu kan file yg tidak relevan. Kenapa diseret ke ruang sidang segala. Jadi yang berpolitik ini KPK," kata dia.
Berita Terkait
-
Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi
-
Istana Sering Pakai Tenda, Fadli Zon Bela Proyek Gedung Baru: Tak Langgar UU Cagar Budaya
-
Ada Peringatan Baru, Apakah 13 Juli Akan Jadi Hari Libur Nasional?
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal