Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelisik dugaan keterangan palsu yang disampaikan oleh saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) di muka persidangan.
Hal itu merujuk pada keterangan saksi Miryam S Haryani yang mencabut berita acara pemeriksaannya saat bersaksi di hadapan majelis hakim pengadilan Tipikor.
"Hal lain yang kita dalami adalah terkait keterangan yang tidak benar yang diberikan oleh saksi. Itu juga salah satu poin. Dan kita juga akan mengembangkan perkara terkait hal itu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).
Oleh karena itu, dia meminta kepada semua saksi kasus e-KTP untuk memberikan keterangan dengan sejujurnya dihadapan persidangan. Febri juga berharap, agar bagi saksi yang belum memberikan keterangan di persidangan, jika mendapat tekanan dari pihak lain, segera berkoordinasi dengan KPK.
"KPK dapat mengambil langkah hukum berikutnya terkait hal itu, termasuk kemungkinan perlindugnan terhadap para saksi," katanya.
Pada persidangan 23 Maret 2017 lalu, Miryam yang dihadirkan sebagai saksi untuk Terdakwa Sugiharto dan Irman membantah semua keterangan yang disampaikannya dalam BAP. Bahkan dia mengaku, saat diperiksa di KPK, Politikus Hanura tersebut mendapat tekanan dari tiga penyidik KPK.
Hal itulah yang menbuat Miryam memberikan keterangan yang tidak benar saat diperiksa di gedung KPK. Kalau dalam BAP dia mengaku kenal dengan Andi Agustinus atau Andi Narogong dan menerima uang dari Sugiharto, namun saat bersaksi di muka persidangan Miryam membantahnya.
Tag
Berita Terkait
-
Andi Narogong Digarap KPK Hari Ini, akan Muncul Tersangka Baru?
-
Dituding Terima Rp18,6 M Korupsi e-KTP, Mekeng: Nazar Fitnah Keji
-
Eks Ketua Fraksi Demokrat Kembalikan Duit e-KTP ke KPK
-
E-KTP, Kisah Dosen ITB Usir Pengusaha Paksa Beri Tas Misterius
-
Staf Ini Disuruh Ambil Berkarung-karung Duit dari Pengusaha
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani