News / Metropolitan
Selasa, 04 April 2017 | 15:18 WIB
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hadir di ruang sidang untuk menjalani persidangan lanjutan kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (4/4/2017). [Antara/Gilang Praja]
Jaksa penuntut umum dalam sidang perkara penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan bukti-bukti di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (4/4/2017). 
 
Salah satu bukti berupa potongan rekaman video ketika Ahok memimpin rapat di Balai Kota Jakarta. Video tersebut menggambarkan Ahok sedang marah kepada sejumlah pejabat.
 
Usai menonton video, ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto meminta pendapat Ahok.
 
"Saya klarifikasi dulu. Itu tadi gambar saudara, pidato saudara?" ujar Dwiarso di ruang sidang yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).
 
Ahok membenarkannya. Tapi, menurut Ahok video tersebut sudah diedit sehingga menjadi sepotong.
 
"Sebetulnya saya lagi memarahi mereka yang korupsi. Saya bilang yang masih korupsi nggak usah sembahyang, nggak usah salat, nggak usah ngaku bersih karena masih curi orang rakyat," kata Ahok. 
 
Ketika itu, Ahok marah karena masih saja ada pejabat negara yang memainkan APBD.
 
"Anggaran dimainkan ya saya marah. Lalu saya mendorong orang, mari kita dengarkan yang baik. Kalau orang beriman tidak curi uang rakyat, tidak mengharapkan jabatan. Itu saya sampaikan," kata Ahok. 
 
Berikut ini merupakan isi rekaman video ketika Ahok memarahi anak buahnya:
 
"Orang kalau usaha, mesti usaha ditinggali, bapak ibu percaya sama saya, anda ngerjain saya pun, merusak nama saya di depan rakyat pun kekuasaan itu punya Tuhan. Aku ingatin berkali-kali orang kasih tausiyah, tausiyah, tausiyah, kekuasaan punya Tuhan."
 
"Kalau saya ditentukan dengan kekuasaan Tuhan mau kasih ke saya, lu mau jungkir balik tetep gua gubernur lu. Santai aja. Nggak usah khawatir. Kita orang beriman, orang beragama semua toh? Saya beriman sama Tuhan. Sungguh-sungguh beriman. Makanya saya tidak pernah takut kehilangan jabatan saya. Bahkan nyawa saya, saya tidak pernah takut. Karena saya tahu ke mana saya akan pergi kalau saya mati. Itu namanya iman."
 
"Imannya apa? Gua kasih tahu lu iman seperti apa. Kenapa saya tidak pernah takut kehilangan jabatan karena saya tahu jabatan itu Tuhan kasih. Kenapa saya nggak pernah takut saya mati, karena saya tahu saya pasti masuk surga, dan dapat rumah, dapat makan. Itu jaminan nabi saya. Saya pengikut Nabi Isa," kata Ahok yang terekam di video.

Load More