Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan, tidak mau banyak menanggapi surat permintaan Polda Metro Jaya ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk menunda sidang tuntutan terhadap terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama.
Pasangan Sandiaga Uno itu mengatakan, seharunya PN Jakarta Utara yang memberi tanggapan mengenai nasib persidangan rivalnya dalam putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 19 April 2017 itu.
"Sedangkan saya dan Sandiaga Uno bisa tetap fokus kampanye. Tapi intinya, kami ingin agar pilkada ini berjalan jujur dan baik. Termasuk juga peristiwa -peristiwa yang terkait pilkada (persidangan Ahok)," kata Anies di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (7/4/2017).
Ia berharap publik tidak dipertontonkan hal-hal yang tidak baik, termasuk sikap keberpihakan pemerintah terhadap satu pasangan calon tertentu.
"Jangan sampai publik merasakan ada keberpihakan dari sisi pemerintah, dari sisi penegak hukum, karena penegak hukum harus tak lagi menengok siapa orangnya, jadi tegakkan saja hukumnya," ujar Anies.
Ia juga mengimbau agar proses hukum tetap berjalan normal tanpa intervensi dari pihak mana pun.
"Jadi proses hukum harusnya normal saja. Proses hukum jangan diintervensi, biar jalan seperti biasa," kata Anies.
Baca Juga: Pekan Depan, Tommy Soeharto Bakal Diperiksa soal Kasus Makar
Berita Terkait
-
Soal 300 Titik yang Bakal Digusur Ahok, Anies: Banyak di Online
-
Kapolda Metro Jaya Buka Suara soal Penundaan Sidang Ahok
-
Fransiska Serahkan Kuitansi yang Diduga Dipalsukan Sandiaga Uno
-
Fransiska Protes Polisi Tunda Pemeriksaan Sandiaga Uno
-
Kubu Ahok Minta Sidang ke-18 Penodaan Agama Bisa Disiarkan 'Live'
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak
-
Colors of Evil: Red, Mengupas Teka-Teki Kematian Tragis dan Duka Mendalam Seorang Ibu
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
-
4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard