Suara.com - Tim teknis proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Kemendagri dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Tri Sampurno mengaku pernah menerima uang taksi sebesar Rp2 juta dari Dedi Prijono, kakak Andi Agustinus alias Andi Narogong.
Tri mengatakan pemberian uang itu dilakukan di dalam mobil Dedi saat perjalanan pulang ke rumah usai menghadiri demo di kantor Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Jakarta. Menurut Tri, awalnya, dia enggan menerima saat Dedi menawarkan uang yang disebut sebagai uang taksi kepadanya.
"Tapi karena dipaksa dan katanya uang taksi, akhirnya saya terima dan kemudian saya turun di Cibubur. Waktu itu saya buka di dalam taksi jumlahnya Rp2 juta," kata Tri saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017).
Tri mengatakan, awalnya dia menyangka tidak akan pernah bertemu lagi dengan pengusaha yang pernah dia temui di Ruko Fatmawati. Namun ternyata, usai ditetapkan sebagai tim teknis sesuai nota kesepahamanan Kemendagri-BPPT, Tri dan tim teknis lainnya diundang untuk menghadiri demonstrasi terkait pengembangan sistem e-KTP di kantor PNRI.
Saat demo selesai sekitar pukul 22.00 WIB malam, Tri berniat pulang ke rumahnya di daerah Bogor. Saat itu, Dedi Prijono menawarkan untuk pulang bersama menggunakan mobilnya. Menurut Tri, selain Dedi, ada seorang pria lain yang tidak dia kenal.
"Saya ikut menumpang di mana ada satu orang baru belum pernah saya lihat.Terus dalam perjalanan saya yakini tidak ada pembicaraan khusus," katanya.
Tri Sampurno membenarkan ada pertemuan di rumah Andi Narogong awal Tahun 2011 di Perumahan Kemang Pratama, Bekasi. Katanya, saat itu dia diajak oleh Husni Fahmi.
"Pertemuan itu sama dan tanggal hari tak begitu ingat, Tahun 2011. Awalnya saya diajak Husni Fahmi karena beliau dapat perintah dari Pak Sugiharto," kata Tri.
Mendengar jawaban Tri, Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi Wawan langsung mencecarnya. Hal itu terkait waktu pertemuan tersebut berlangsung, apakah dilakukan sebelum proses lelang proyek e-KTP atau sesudahnya.
Baca Juga: KPK Periksa Adik Andi Narogong Terkait Korupsi e-KTP
"Watu pertemuan di Kemang Pratama kapan, apa sebelum lelang atau sesudahnya," kata Wawan menanyakan Tri.
Tri pun menjawab bahwa pertemuan itu sebelum proses lelang proyek yang merugikan uang negara senilai Rp2,3 triliun tersebut.
"Periode dekat-dekat lelang," kata Tri.
Tri membenarkan pertemuan tersbut ialah untuk membahas proyek e-KTP. Namun, dia mengaku tidak ingat dengan detail isi pertemuan itu.
"Johanes Marlin (Direktur Java Trade), Kurniawan, Budi susanto, Bapak Mayus, Drajat Isnu (ketua panitia pengadaan), Husni Fahmi," kata Tri menjawab pertanyaan Jaksa tentang orang-orang yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Sebelumnya, Tri Sampurno mengaku pernah ikut dalam pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Ruko Fatmawati milik Andi Narogong. Pertemuan itu membahas persiapan desain proyek e-KTP.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hanya Dirinya yang Diundang Halalbihalal PAN, Dasco: Dukungan Mereka Tak Sekadar Retorika
-
Wakalemdiklat Polri Ungkap Data Peserta Didik Bermasalah 2025: Narkoba, Joki, hingga Kasus Kematian
-
Kesaksian Karyawan SPBE Cimuning: Sebelum Kebakaran, Gas Bocor Sejak Sore
-
KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Ono Surono Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi
-
Datangi Gedung DPR Usai Divonis Bebas, Amsal Sitepu: Sangat Senang, Tak Bisa Bekata-kata!
-
Puan Maharani: WFH ASN Jangan Sampai Melambatkan Pelayanan kepada Rakyat
-
Penampakan Puing Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, 14 Bangunan Hancur dan Hangus Dilalap Api
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Malut, Presiden Prabowo Instruksikan Evakuasi Secepat Mungkin!
-
Iran Balas Dendam dengan Targetkan Helikopter AS di Kuwait dan Sistem Radar Canggih Milik Israel
-
Kerangka Misterius di Bukit Blekutuk Pati: Sudah Dua Bulan Tewas, Identitas Masih Gelap