Suara.com - Kremlin TV, televisi pemerintah Rusia menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih berbahaya daripada pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.
Pernyataan itu disampaikan presenter Dmitry Kiselyov saat memandu program mingguan Vesti Nedeli. Dia menyebut perang antara AS dan Korut bisa terjadi akibat gaya kepemimpinan masing-masing negara.
"Keduanya (Trump dan Jong Un) berbahaya. Tapi siapa yang lebih berbahaya? Ya Trump," katanya dilansir dari laman Independent.
Kiselyov juga menyebut sikap Trump lebih impulsif dan tak terduga dari Jong Un. Meskipun, kedua pemimpin negara itu sama-sama terbatas memiliki pengalaman internasional, ketidakpastian, dan siap untuk berperang.
Pandangan Kremlin TV ini tak lepas dari peristiwa serangan rudal AS ke Suriah, sekutu Rusia. Belum lama, Trump juga mengeluarkan perintah untuk menjatuhkan bom di Afganistan.
Hubungan AS dan Korut memang sedang memanas. Terakhir, Wakil Presiden AS Mike Pence menyebut kesabaran AS sudah habis menghadapi Jong Un terkait program nuklir. Namun pernyataan Pence dikecam Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah