Karangan bunga untuk Ahok dibakar di depan Balai Kota [suara.com/Erick Tanjung]
Aksi pembakaran karangan bunga di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selatan, hari ini, tak meluas.
Aparat keamanan segera turun tangan untuk mencegah aksi bertambah besar. Aksi pembakaran tersebut berlangsung di tengah Hari Peringatan Buruh Internasional.
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja segera memadamkan api yang membakar karangan bunga berisi ucapan terima kasih kepada Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.
Setelah api padam, anggota Satpol PP dan sejumlah petugas kebersihan, membersihkan ceceran karangan bunga di tengah jalan.
Buruh hanya menonton petugas yang bekerja keras untuk membersihkan jalan raya. Koordinator aksi justru mengejek Ahok.
"Ini pasukan orangenya mana? Pasukan orange ini hanya pencitraan Ahok saja. Kita lihat sekarang yang bekerja bersih-bersih Satpol PP, baru kali ini Satpol PP jadi tukang bersih-bersih, biasanya tukang gusur. Beri tepuk tangan untuk Satpol PP," kata Wapang Korda yang berada di atas mobil komando.
Halaman Balai Kota tak muat menampung ribuan kiriman karangan bunga. Sebagian dijejer di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan.
Buruh yang melintasi daerah itu, sekitar pukul 12.40 WIB diperintahkan untuk mengangkat karangan bunga dari pinggir jalan ke tengah jalan.
"Ini sejarah baru buat kita. Kita dapat membersihkan Jakarta," ujar orator yang berdiri di atas mobil komando.
Menurut dia ribuan karangan bunga tersebut sudah mengotori Balai Kota. Sudah seminggu belakangan, halaman Balai Kota tidak dibersihkan.
Orator menegaskan agar jangan takut untuk membakar karangan buka.
"Siapa yang mau tangkap, tangkap sekarang saya. Saya yang tanggungjawab, biar tahu, DKI harus dibersihkan. Kita harus bersih-bersih," kata dia.
Tak lama kemudian, api berkobar. Sebagian buruh terlihat menggotong-gotong karangan bunga dan melemparkan ke kobaran api.
Tak lama kemudian, orator meminta buruh untuk menyudahi aksi bakar karangan bunga.
"Jangan ditambah lagi, buruh mundur. Kalau bukan kita siapa lagi yang mau bersihkan Bali Kota kawan," kata dia.
Aparat keamanan segera turun tangan untuk mencegah aksi bertambah besar. Aksi pembakaran tersebut berlangsung di tengah Hari Peringatan Buruh Internasional.
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja segera memadamkan api yang membakar karangan bunga berisi ucapan terima kasih kepada Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.
Setelah api padam, anggota Satpol PP dan sejumlah petugas kebersihan, membersihkan ceceran karangan bunga di tengah jalan.
Buruh hanya menonton petugas yang bekerja keras untuk membersihkan jalan raya. Koordinator aksi justru mengejek Ahok.
"Ini pasukan orangenya mana? Pasukan orange ini hanya pencitraan Ahok saja. Kita lihat sekarang yang bekerja bersih-bersih Satpol PP, baru kali ini Satpol PP jadi tukang bersih-bersih, biasanya tukang gusur. Beri tepuk tangan untuk Satpol PP," kata Wapang Korda yang berada di atas mobil komando.
Halaman Balai Kota tak muat menampung ribuan kiriman karangan bunga. Sebagian dijejer di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan.
Buruh yang melintasi daerah itu, sekitar pukul 12.40 WIB diperintahkan untuk mengangkat karangan bunga dari pinggir jalan ke tengah jalan.
"Ini sejarah baru buat kita. Kita dapat membersihkan Jakarta," ujar orator yang berdiri di atas mobil komando.
Menurut dia ribuan karangan bunga tersebut sudah mengotori Balai Kota. Sudah seminggu belakangan, halaman Balai Kota tidak dibersihkan.
Orator menegaskan agar jangan takut untuk membakar karangan buka.
"Siapa yang mau tangkap, tangkap sekarang saya. Saya yang tanggungjawab, biar tahu, DKI harus dibersihkan. Kita harus bersih-bersih," kata dia.
Tak lama kemudian, api berkobar. Sebagian buruh terlihat menggotong-gotong karangan bunga dan melemparkan ke kobaran api.
Tak lama kemudian, orator meminta buruh untuk menyudahi aksi bakar karangan bunga.
"Jangan ditambah lagi, buruh mundur. Kalau bukan kita siapa lagi yang mau bersihkan Bali Kota kawan," kata dia.
Peringatan Hari Buruh Internasional akan dipusatkan di depan Istana Merdeka dan gedung DPR.
Komentar
Berita Terkait
-
Pancasakti Run 2026 Diikuti 5.000 Peserta, Ditargetkan Jadi 8.000 pada 2027
-
Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam
-
Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%
-
9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui
-
Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027
-
DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN
-
Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81
-
Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR
-
Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
-
Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun
-
DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil
-
Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon