Anjing pelacak dibawa polisi di Mako Brimob, Kelapa Dua [suara.com/Nikolaus Tolen]
Dua orang diamankan di tengah aksi damai pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di depan markas Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/5/2017), siang. Mereka diamankan karena diduga hendak melompati pagar untuk masuk ke dalam markas.
Kedua orang tersebut tak bisa berkutik lagi setelah disergap tujuh petugas.
Salah satu anggota polisi mengatakan dua warga tersebut tak bisa menunjukkan kartu identitas ketika diinterogasi petugas.
Mereka juga tak menjawab ketika ditanya mengenai tujuan hendak masuk ke Mako Brimob.
"Tadi dua orang itu ditanya diam saja, masuk lewat samping sepertinya," kata anggota polisi.
Saat ini, kedua orang tersebut tengah menjalani interogasi.
Para pendukung Ahok berkumpul di depan Mako Brimob untuk memberikan dukungan moral kepada Ahok. Ahok divonis penjara dua tahun oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (9/5/2017).
Pengamanan di depan pintu utama Mako Brimob sejak pagi diperketat. Bahkan, polisi mengerahkan empat anjing pelacak dari satuan K9 Mabes Polri.
Pendukung Ahok yang aksi damai di depan Mako Brimob umumnya mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak.
Kedua orang tersebut tak bisa berkutik lagi setelah disergap tujuh petugas.
Salah satu anggota polisi mengatakan dua warga tersebut tak bisa menunjukkan kartu identitas ketika diinterogasi petugas.
Mereka juga tak menjawab ketika ditanya mengenai tujuan hendak masuk ke Mako Brimob.
"Tadi dua orang itu ditanya diam saja, masuk lewat samping sepertinya," kata anggota polisi.
Saat ini, kedua orang tersebut tengah menjalani interogasi.
Para pendukung Ahok berkumpul di depan Mako Brimob untuk memberikan dukungan moral kepada Ahok. Ahok divonis penjara dua tahun oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (9/5/2017).
Pengamanan di depan pintu utama Mako Brimob sejak pagi diperketat. Bahkan, polisi mengerahkan empat anjing pelacak dari satuan K9 Mabes Polri.
Pendukung Ahok yang aksi damai di depan Mako Brimob umumnya mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak.
Komentar
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
Terkini
-
Kemenhub Jelaskan Penyebab Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran 2026
-
Gus Alex Pasang Badan, Bantah Ada Perintah dari Yaqut di Kasus Kuota Haji
-
Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Gus Alex Bantah Terima Perintah dari Gus Yaqut dalam Kasus Haji
-
Lebih dari 116 Ribu Orang Ikut Mudik Gratis BUMN 2026, Realisasi Lampaui Target 10 Persen
-
Pemerintah Kaji Potong Gaji DPR dan Kabinet Demi Cegah Defisit
-
Gus Alex Ditahan KPK Susul Yaqut: "Mudah-mudahan Kami Bisa Menemukan Keadilan"
-
Pembatasan AI bagi Siswa SD hingga SMA: Melindungi atau Mengancam Masa Depan Anak Bangsa?
-
Israel Sibuk Tepis Rumor Kematian Netanyahu, Ini 5 Keanehan Video Terbaru PM Israel saat Sapa Warga
-
Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz
-
Sindikat Uang Palsu Rp12 Miliar di Cirebon Digulung Polisi, Sasar Peredaran Jelang Lebaran 2026