Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, menyampaikan jika surat panggilan kedua telah diberikan penyidik pada Senin (8/5/2017) kepada pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Surat panggilan tersebut dilayangkan kepada Rizieq untuk diperiksa dalam kasus penyebaran konten berbau pornografi yang beredar melalui situs baladacintarizieq.com.
"Saya jelaskan dulu untuk pemanggilan yang kedua. Jadi pada hari Senin itu, penyidik datang ke Petamburan ke rumahnya. Jadi menyampaikan surat panggilan," kata Argo, Minggu (14/5/2017).
Menurutnya, Rizieq juga telah mengetahui jadwal pemanggilan yang rencananya dilakukan pada Rabu (10/5/2017). Sebab, ditambahkannya, pemberitahuan pemanggilan itu juga sudah dilihat tim pengacara FPI.
Bahkan, dia melanjutkan, saat memberikan surat pemanggilan, penyidik juga didampingi Ketua Rukun Tetangga di tempat tinggal Rizieq di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.
"Diterima oleh pak Agus. Pak Agus itu yang Pak RT di situ. Kemudian datang pengacaranya, lihat surat panggilan kemudian difoto dan dikirim ke Rizieq. Jadi dia (Rizieq) sudah tahu kalau mau dipanggil yang kedua," kata dia.
Argo menambahkan, penyidik tidak mempermasalahkan kendati Rizieq masih berada di luar negeri. Yang terpenting, kata dia, polisi sudah melayangkan surat panggilan kedua kepada Rizieq.
"Kami tak masalah yang penting sudah kami sampaikan (surat pemanggilan tersebut)," katanya
Terkait ketidakhadiran Rizieq dalam panggilan kedua itu, polisi akan melakukan penjemputan paksa apabila Rizieq sudah berada di Indonesia. Alasan polisi menjemput paksa Rizieq karena sudah dua kali mangkir dalam pemeriksaan.
"Karena tanggal 10 (5/2017) dia (Rizieq) nggak datang ya, nanti kami akan melakukan perintah membawa ya," kata dia
Sebelumnya, Juru Bicara FPI Slamet Maarif mempertanyakan upaya jemput paksa dari kepolisian karena selama ini pihaknya belum menerima surat panggilan kedua yang ditujukan kepada Rizieq.
Baca Juga: Polisi Akan Jemput Paksa Rizieq Shihab Terkait Kasus Chat Sex
"Yang nerima surat panggilan siapa, nggak ada kan. Beliau sama keluarganya ada di luar negeri. Tolong tanya ke polisi siapa yang nerima surat," kata Slamet saat dikonfirmasi, Jumat (12/5/2017).
Bahkan, dia menganggap rencana penjemputan paksa polisi terhadap Rizieq Shihab merupakan upaya kriminalisasi terhadap ulama.
"Pesen kami, sudahlah berhenti mengkriminalisasi ulama begitu kan. Ada hal yang lebih penting yang harus polisi lakukan juga," kata dia.
Dia juga menyesalkan penanganan perkara yang dilakukan polisi cenderung tidak profesional. Sebab, menurutnya sejauh ini polisi belum pernah mengungkap pemilik situs baladacintarizieq.com yang diduga sebagai pihak penyebar konten rekaman percakapan, chat sex, dan foto tak senonoh di dunia maya. Konten tersebut diduga melibatkan Rizieq dan tersangka kasus pemufakatan makar Firza Husein.
"Kasus chatting Habib Rizieq itu yang harusnya dikejar itu yang mengunggah dan mengedit. Habib ini kan korban, kok malah korban yang dicecar," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bocoran Xiaomi 18 Versi Standar Baru, Siap Meluncur Desember Nanti!
-
Kado Merdeka di Balik Jeruji: 718 Napi Lapas Bandar Lampung Dapat Remisi, Satu Orang Langsung Pulang
-
6 Cara Membaca Birth Chart Astrologi untuk Pemula, Mulai dari Big Three
-
Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora
-
BBRI Diborong Saat IHSG Melemah, Analis Ungkap Proyeksi Pasar Saham Hari Ini
-
Wall Street Melemah, IHSG Diproyeksi Sideways Cenderung Menguat Hari Ini
-
5 Cara Touch Up Bedak Padat di Atas Makeup yang Mulai Luntur agar Wajah Kembali Flawless
-
Apes! Peras Pemain Judol, Dua Polisi di Gresik Malah Dikepung Massa
-
Kantor dan Sekolah Boleh WFH atau PJJ 18 Agustus, Ini Skema dari Pemerintah
-
Menteri Pigai Persilakan Masyarakat Papua Lawan Ketidakadilan: Jangan Pernah Takut!