Suara.com - Kapitra Ampera, Kuasa Hukum pemimpin FPI Muhammad Rizieq Shihab, menuding terdapat politisasi kasus penyebaran konten pornografi laman baladacintarizieq.com, sehingga menyeret nama kliennya.
Kapitra menuturkan, setidaknya ada delapan alasan yang menguatkan dugaan politisasi tersebut. Ia mengatakan, delapan alasan itu diutarakan sendiri Rizieq kepada dirinya.
“Pertama, Habib Rizieq merupakan tokoh utama di aksi demonstrasi yang menuntut Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan,” tuturnya, dalam konferensi pers di Kantor AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017).
Alasan kedua, kata dia, Rizieq ikut memunyai andil dalam kekalahan Ahok pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.
Ketiga, sambung Kapitra, Rizieq ikut serta mengawal proses pengadilan yang memutus Ahok bersalah dalam kasus penodaan agama. Ahok sendiri divonis dua tahun penjara dan diperintahkan untuk ditahan.
“Alasan keempat adalah, Habib Rizieq memiliki perhatian khusus menyuarakan ketidakadilan dan intervensi.Kelima, Rizieq istiqamah menolak fitnah dan kriminalisasi ulama. Keenam, dia setia kepada rakyat miskin dan melawan penggusuran dan pengangguran,” bebernya.
"Kedelapan, dia mengungkapkan indikasi dan memotivasi umat Islam melawan PKI. Terakhir, karena dia menyatukan seluruh umat Islam dan menyerukan terhadap Islam bangkit dalam segala dimensi terutama dimensi ekonomi," klaimnya.
Karenanya, Kapitra mengklaim Rizieq sebenarnya tidak memunyai kaitan dengan kasus asusila tersebut.
Untuk diketahui, Polda Metro Jaya memeriksa Firza Husein dan sejumlah saksi terkait kasus penyebaran konten pornografi baladacintarizieq.com, Selasa hari ini.
Baca Juga: Rizieq Bisa Jadi Tersangka karena Minta Foto Telanjang Firza
Rizieq juga seharusnya ikut diperiksa. Namun, yang bersangkutan kekinian tidak berada di Indonesia. Polisi sendiri sudah menerbitkan surat penjemputan paksa karena Rizieq sudah kali kedua mangkir dari pemanggilan.
Berita Terkait
-
Usai Diperiksa, Ahli: Firza dan Rizieq Shihab Bisa Jadi Tersangka
-
Pakai Kerudung, Firza Husein Akhirnya Datangi Polda Metro Jaya
-
Kak Ema Datang, Firza Masih 'Gantung' Panggilan Polisi
-
Inafis Polri Klaim Foto Perempuan Tanpa Busana Itu Firza Husein
-
Habib Rizieq Tak Pulang-pulang, Firza Husein Siap Dipertemukan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas