Suara.com - Menyikapi perkembangan penanganan kasus chat sex yang dituduhkan kepada pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, sore nanti, tim pengacara mereka akan konferensi pers.
Tim pengacara yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis Indonesia akan bicara kepada pers sekitar jam 16.00 WIB di Jalan Tanah Abang 3, nomor 19, Jakarta Pusat.
"Agendanya penjelasan sikap hukum Habib Rizieq Sihab sebagai tersangka dan Firda Husein sebagai tersangka," demikian pernyataan tertulis yang dikirimkan Ketua Bidang Hukum FPI Slamet Ma'arif.
Konferensi pers agendanya akan dihadiri oleh Ketua Umum TPUA Eggi Sudjana, Sekretaris Umum TPUA Ahmad Michdan, dan Koordinator Media dan Informasi TPUA Razman Nasution.
Kasus Rizieq dan Firza Husein tengah ditangani Polda Metro Jaya. Setelah menetapkan status tersangka, polisi memasukkan nama Rizieq ke dalam daftar pencarian orang karena dia dianggap tidak kooperatif mengikuti proses hukum.
Presidium Alumni 212 menilai langkah polisi menetapkan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab menjadi tersangka pornografi menunjukkan rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo sewenang-wenang terhadap ulama.
"Dengan penetapan tersangka Habib Rizieq, tidak hentinya rezim penguasa mengkriminalisasi ulama di bulan Ramadan," ujar Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo dalam jumpa pers di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, hari ini.
Penetapan Rizieq menjadi tersangka, kata dia, menegaskan rezim pemerintah sekarang menabuh genderang permusuhan.
"Sikap rezim Jokowi dan kami anggap telah melanggar hukum dan melanggar HAM, semua ini harus segera dihentikan. Dan juga aparat hukum semua golongan. Harus segera diakhiri," kata dia.
Menurut Sambo seharusnya Jokowi menghentikan kriminalisasi terhadap ulama, bukan malah memperkeruh suasana.
"Sayang, sangat disayangkan. Di tengah harapan besar kami, bukannya bapak Presiden menyiramkan air, malah justru menyiramkan bensin ke dalam api," ucap Sambo.
"Malah makin memperkeruh suasana, bahkan menambah akselerasi potensi perpecahan semakin kuat, dengan menetapkan Habin Rizieq tersanka dalam kasus pornografi yang sangat kental rekayasa hukum. Ini bukan malah menambah sejuk suaasna, justru memperkeruh dan membuat gelombang," Sambo menambahkan.
Sambo mengatakan Presidium Alumni 212 akan kembali demonstrasi pada Jumat (2/6/2017). Mereka akan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia untuk mendesak tim investigasi untuk menginvestigasi tindakan pemerintah terhadap Rizieq.
Massa akan berkumpul di Masjid Sunda Kelapa, usai Jumatan, akan longmarch ke Komnas HAM.
Berita Terkait
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
-
5 Fakta Panas Bentrok Berdarah di Ceramah Rizieq Shihab yang Sebabkan 15 Orang Terkapar
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Amien Rais Sebut Pengaruh Seskab Teddy Kalahkan Tokoh Senior Dasco dan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Bawa Sejarah Kaum Nabi Luth, Amien Rais Desak Prabowo Jauhi dan Pecat Teddy Indra Wijaya
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi