Suara.com - Seratus calon jemaah umrah dari PT Tabung Haji Umrah—sebelumnya bernama PT Hanan Nusantara Umrah—menderita sakit kejiwaan.
Pasalnya, seperti dilansir dari laman Tribratanews.com, Kamis (15/6/2017), travel umrah tempat mereka mendaftar tak kunjung memberi kejelasan mengenai jadwal keberangkatan. Kekinian, perusahaan travel umrah itu diduga melakukan penipuan.
Lantaran tak kunjung berangkat, sementara sudah pamitan dengan keluarga dan tetangga di kampung, banyak calon jemaah yang sakit, merasa malu, dan akhirnya mengalami gangguan kejiwaan.
“Sebenarnya dari biro dijanjikan berangkat Rabu (14/6/2017) ke Jakarta, lalu lanjut ke tanah suci. Tapi masih belum ada kejelasan,” kata Sugeng (50) calon jemaah umrah asal Semarang, di Surabaya.
Sugeng menuturkan, calon jemaah yang sudah diberangkatkan ke Jakarta mencapai 600 orang. Kekinian, calon jemaah tersebut terlantar di ibu kota.
Sementara yang bertahan di Surabaya, terdapat 100 jemaah. Dari jumlah itu, hanya 53 orang yang ditempatkan di Hotel News Sidoarjo. Sedangkan 37 sisanya terlantar di masjid-masjid.
“Karena itu, mulai ada yang stres, pingsan, bahkan tak sedikit yang mengalami gangguan kejiwaan, malu kalau dilihat tetangga dan saudara batal umrah,” tuturnya.
Sugeng menuturkan, ia bersama enam calon jemaah lainnya akhirnya melaporkan PT Tabung Haji Umrah ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur.
Baca Juga: Polisi Kembangkan Kasus Anggota DPRD Nyabu Bareng Cewek
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi