Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai semua pihak perlu memiliki kewaspadaan tinggi untuk menghadapi perubahan taktik dan strategi para pelaku teror. Perubahan ini terjadi dari sebelumnya terstruktur atau terorganisasi menjadi gerakan inisiatif perorangan.
"Dapat disimpulkan bahwa strategi yang dilakukan teroris di Indonesia saat ini sudah berubah, dari terstruktur atau teroganisasi menjadi nonorganisasi atau gerakan inisiatif perorangan di wilayah masing-masing sesuai dengan kemampuannya. Targetnya tetap membuat kerugian terhadap aparat keamanan yang dianggap 'thogut'," kata TB Hasanuddin di Jakarta, Jumat (7/7/2017).
Dia menjelaskan beberapa kasus gerakan teroris atas inisiatif individu seperti bom panci di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada 24 Mei 2017; penyerangan Mapolda Sumut pada 25 Juni 2017 yang menewaskan satu anggota polisi; dan penusukan dua anggota polisi di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru pada 30 Juni 2017.
Menurut dia, gerakan-gerakan itu bisa jadi sudah tersebar di banyak titik, yang sewaktu-waktu dapat muncul atau bergabung bersama.
"Ini adalah bentuk kegagalan deradikalisasi di dalam negeri, maupun upaya menyaring dan mengawasi mereka yang baru kembali dalam pertempuran di Irak dan Suriah," ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan pola gerak teroris dalam melakukan perlawanan sekarang ini memang seadanya, yaitu bisa dengan menggunakan sangkur, pisau dan panah.
Namun menurut dia, tujuannya untuk merebut senjata aparat keamanan, seperi modus teroris yang terungkap saat penyerangan di Mapolda Sumut dan Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Setelah senjata aparat keamanan berhasil direbut mereka, pelaku teror itu akan melakukan gerilya kota, menembak 'hit and run'," ujarnya.
Dia menilai tidak mustahil setelah beberapa pucuk senjata direbut, para teroris melakukan penyerbuan terbatas terhadap pos keamanan tertentu.
Baca Juga: Indonesia Minta Saran Turki Atasi Penanggulangan Teroris Asing
Karena itu dia menilai pemerintah harus benar-benar mampu mengorganisir kekuatan yang dimiliki untuk menghadapi teroris karena saat ini tidak bisa lagi dihadapi dengan hanya mengerahkan dua sampai tiga elemen saja namun harus mengorganisir seluruh komponen bangsa termasuk pemimpin non-formal.
"Catatan lainnya adalah pemerintah harus menertibkan akun-akun di sosial media yang kerap melakukan provokasi dan menyebarkan ujian kebencian," katanya.
Hal itu menurut dia karena mencermati dari aksi penikaman dua polisi di Masjid Falatehan yang dilakukan Mulyadi, ternyata pelaku bukan jaringan teroris ISIS namun tindakan Mulyadi dilakukan karena terkoptasi dengan postingan kelompok pro ISIS di sosial media. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi