Suara.com - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Risa Mariska menganggap langkah polisi sudah tepat karena tidak menindaklanjuti laporan pidana penodaan agama dan siaran ujaran kebencian yang dituduhkan kepada putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.
"Kalau kasus ini tidak memeunuhi unsur perbuatan pidana harus dihentikan, menurut saya langkah kepolisian untuk tidak menindaklanjuti itu sudah tepat," kata Risa dihubungi, Jakarta, Jumat (7/7/2017).
Kaesang dilaporkan oleh Muhammad Hidayat Situmorang ke Polres Bekasi Kota, Minggu (2/7/2017). Kemudian, Kamis (6/7/2017), Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin mengatakan laporan itu mengada-ada dan tidak akan ditindaklanjuti.
Atas dasar itu pula, Risa menganggap kasus Kaesang ini sudah selesai. Di sisi lain, Risa juga beranggapan ucappan Kaesang tidak dapat dikategorikan dengan ujaran kebencian.
"Terkait dengan pelaporan atas dugaan ujaran kebencian yang dilontarkan oleh Kaesang menurut saya sudah clear ya,"kata dia.
Hal ini berbeda dengan kasus yang menimpa Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Al Khathath dalam kasus dugaan makar dan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dalam kasus pornografi. Banyak yang beranggapan, dua kasus yang disebut belakangan juga terkesan mengada-ada dan upaya kriminalisasi ulama sehingga ada permintaan untuk dihentikan.
Menanggapi itu, Risa beranggapan kasus-kasus tersebut tidak sama.
"Sudah jelas bahwa ucapan Kaesang tidak dapat dikategorikan sebagai ujaran kebencian yang tentu berbeda dengan kasus makar yang tujuannya adalah untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah," katanya.
"Dihentikannya kasus ini (Kaesang) oleh kepolisian juga sudah melalui mekanisme gelar perkara di kepolisian jadi saya rasa tidak ada diskriminasi atau perbedaan dalam penanganan kasus ini," tambah Anggota Komisi III ini.
Baca Juga: Laporannya soal Kaesang Ditolak, Hidayat: Saya Adukan Komnas HAM!
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi
-
Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet