Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat merasa heran kata-kata 'Ndeso' yang dilontarkan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dipermasalahkan Muhammad Hidayat Situmorang. Karena ucapannya itu, Kaesang dilaporkan Hidayat ke Polres Bekasi Kota atas tuduhan penodaan agama dan siaran ujaran kebencian.
Djarot menerangkan, kata-kata ndeso biasa diucapkan oleh seseorang yang tengah melakukan candaan. Ia bahkan menganggap lucu melontarkan kata ndeso dilaporkan ke polisi.
"Lah iyo, kan lucu ya. Begini lho, kata kata ndeso, kalau di kami itu kan guyonan ya, gurauan saja lah sebetulnya," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/6/2017).
Meski begitu, Djarot tidak masalah apabila dianggap sebagai orang desa, termasuk disebut ndeso. Sebab, dia lahir di desa.
"Kalau kami ya orang desa, orang desa dianggap ndeso ya ora opo-opo, gitu saja kok. kok terlalu jauh toh?," Kata Djarot.
Sebelumnya, Hidayat menganggap Kaesang sudah menyebar ujaran kebencian lantaran berulangkali menyebut diksi ”ndeso” dalam sebuah video di YouTube.
Djarot berharap ke depan kasus serupa tidak lagi diangkat dan dibesar-besarkan oleh media massa. Mantan Wali Kota Blitar, Jawa Timur, ini menegaskan, masih banyak persoalan yang lebih penting dikerjakan polisi.
"Makanya, tolonglah media jangan bikin gaduh ya, ada yang lapor (dugaan penodaan agama) biarin saja, nggak usah direken (dimuat). Nggak usah ditanggapi, diekspose, wong kecil saja begitu ya. Banyak hal besar yang harus kita urusin," kata Djarot.
"Kasihan polisi dong, kasus kecil-kecil diurusin akhirnya yang besar nggak diurusin ya. Yang seperti itu ngapain toh? apalagi persoalan kecil seperti itu ya," lanjut Djarot.
Baca Juga: Kasus Lama Pelapor Kaesang Tetap Lanjut, Polisi: Kita Tunggu Saja
Kemarin, polisi memutuskan tidak mermproses laporan Muhammad Hidayat Situmorang terhadap Kaesang Pangarep, yang dianggapnya menodai agama dan menyebar ujaran kebencian melalui media sosial.
"Laporannya mengada-ada. Kami tidak akan tindak lanjuti laporan itu," kata Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin di Mabes Polri, Jakarta.
Menurutnya, kasus yang dilaporkan Hidayat tidak memiliki alasan yang rasional sehingga pihaknya tidak akan menindaklanjuti laporan tersebut.
"Itu (video) guyonan saja. Kita rasional saja, ya. Polri, penyidik, harus rasional. Tidaksemua laporan harus ditindaklanjuti. Kalau tidak rasional, kami yang lelah. Menindaklanjuti urusan pangan lebih penting," ujar Syafruddin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret