Suara.com - Peneliti Indonesian Corruption Watch Kurnia Ramadhana menilai ada dua bukti yang terlihat di publik tanda Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah dilemahkan. Menurut dia ini harus diwaspadai.
Dua bukti itu adalah penyerangan terhadap penyidik Novel Baswedan beberapa waktu lalu dengan menggunakan air keras. Lainnya, kedatangan rombongan Pansus Hak Angket KPK DPR ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat untuk bertemu dengan koruptor.
Kurnia Ramadhana meminta Presiden Joko Widodo untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas terkait adanya upaya pelemahan terhadap KPK.
"Karena ada 7 fraksi yang mendukung dan 3 fraksi yang menolak pansus angket ini. Nah fraksi yang mendukung ini fraksi pendukung pemerintah. Jadi seharusnya presiden bisa mengatasi upaya pelemahan ini," kata Kurni saat ditemui di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/7/2017).
Jika Pansus Angket KPK dibiarkan tetap berjalan, Kurnia khawatir KPK akan dilemahkan bahkan dibubarkan. Efeknya lebih jauh, akan berimbas pada citra pemerintahan Jokowi sendiri.
Menurut Kurnia, pemberantasan korupsi bagian dari Nawacita yang dicanangkan Jokowi. Jika Jokowi diam saja, sama dengan mengamputasi program pemberantasan korupsi. Dimana, pemberantasan korupsi masuk dalam nawacita. Jika presiden tidak turun tangan maka sama saja tidak memperjuangkan program nawacitanya.
"Baik jeleknya KPK, akan berimbas pada pemrintahan itu sendiri. Karena itu presiden bisa bergerak dan peduli," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Pansus KPK Ungkap 'Curhat' Napi Koruptor soal KPK
-
Guru Besar FH UI: Hak Angket KPK Legal Tapi Tak Tepat Sasaran
-
ILUNI UI: Kalau Tak Ada Miryam, Mungkin Nggak Ada Hak Angket KPK
-
Wakil Ketua Pansus Angket KPK: Koruptor Harus Dibenci, Tapi...
-
Pansus Angket KPK, Politisi NasDem: Rakyat Jangan Dulu Apriori
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional