Suara.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto menyampaikan ada itikad dari Joice Sumampouw, pelaku kasus penamparan untuk meminta maaf langsung kepada petugas Avsec Aviation Security di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara bernama Jemy W Hantouw.
"Ada rencana begitu cuma cari waktu yang pas sambil melihat situasi yang di sana. Yang di sana kan masih marah, belum terima," kata Rikwanto di Silang Monumen Nasional, Jakarta, Senin (10/7/2017).
Joice yang merupakan istri jenderal di Kepolisian itu telah menjalani pemeriksaan sebagai terlapor dalam kasus penamparan di Polda Metro Jaya, Kamis (7/7/2017). Saat diperiksa, Joice mengaku menyesali perbuatannya.
"Di Jakarta dia bingung, dia galau daripada dia sulit dengan kegalauannya, kami panggil saja untuk diperiksa di Jakarta di Polda Metro Jaya. Jadi penyidik dan Polres Manado datang Jakarta untuk memeriksa. Tidak ada maksud sama sekali (menampar) dia menyesali dan mohon maaf," kata Rikwanto.
Terkait permintaan maaf itu, Rikwanto berharap kedua pihak bisa diselesaikan secara kekeluargaan sehingga kasus penamparan tersebut tidak masuk ke pengadilan.
"Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu bisa tewujud (perdamaian). Kalau bisa selesaikan saja. Itu kan tindak pidana ringan," kata dia.
Namun, Rikwanto mengatakan kasus penamparan ini baru bisa dihentikan apabila korban mencabot laporannya yang telah dibuat di kepolisian.
"Korban sangat memegang peranan penting untuk menyelesaikan. Kami harapkan selesai," katanya.
Baca Juga: Istri Jenderal Akhirnya Minta Maaf Tampar Petugas Bandara Manado
Berita Terkait
-
Ini Alasan Istri Jenderal Tampar Petugas Bandara
-
Ditanya Alasan Tampar Petugas Bandara, Istri Jenderal Bungkam
-
Istri Jenderal Akhirnya Minta Maaf Tampar Petugas Bandara Manado
-
Istri Jenderal Penampar Petugas Bandara Lesu saat Mau Diperiksa
-
Bersuamikan Jenderal, Polisi Yakin Kasus Joice Tak Diintervensi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik