Solidaritas dukung Farhan, mahasiswa Gunadarma [suara.com/Bowo Raharjo]
Polisi belum menerima laporan kasus bullying terhadap mahasiswa Universitas Gunadarma bernama Farhan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono berharap korban melaporkan kepada polisi agar kasus tersebut bisa diproses secara hukum.
"Untuk melakukan pemanggilan (penyelidikan). Kan sebaiknya dilaporkan. Nanti kita check masuk pengaduan atau tidak," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (18/7/2017).
Investigasi yang dilakukan Universitas Gunadarma untuk menyelidiki kasus bullying tersebut sudah memasuki babak akhir.
"Berdasarkan pengakuan mahasiswa yang ada di dalam video mereka tidak bermaksud untuk mem-bully, akan tetapi hanya bercanda sesama teman kelas," ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Irwan Bastian di kampus D Universitas Gunadarma, Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat.
Pelaku, kata Irwan, memperlakukan Farhan seperti ketika mereka bercanda kepada teman-teman lain pada umumnya
"Teman-teman satu kelasnya menganggap bahwa MF berlaku seperti rekan-rekan lain, artinya memiliki perilaku biasa tidak berkebutuhan khusus," kata dia.
Mengenai video yang viral di media sosial, pelaku mengatakan itu dibuat secara spontan.
Ibu korban bernama Mata Elis (57) tak kuasa melihat video aksi perundungan yang dialami Farhan.
Dia bahkan tak mau lagi melihat video viral itu karena kerap membuatnya sedih.
"Sejak kejadian itu, kita enggak ada yang makan. Kayak puasa saja. Karena terlalu sedih," kata dia kepada wartawan di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017).
Ayah Farhan, Mansur (67), juga terpukul, dan masih ingat betul reaksi Elis waktu kali pertama menyaksikan video perundungan Farhan.
"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Anak saya yang lihat videonya. Ibunya langsung nangis," kata dia.
Mansur mengatakan Farhan mengaku sudah mengalami perundungan semacam itu sejak semester pertama.
"Menurut dia sudah semenjak semester pertama. Dia enggak mau membebani orangtua. Mau menghadapi sendiri," tutur dia.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono berharap korban melaporkan kepada polisi agar kasus tersebut bisa diproses secara hukum.
"Untuk melakukan pemanggilan (penyelidikan). Kan sebaiknya dilaporkan. Nanti kita check masuk pengaduan atau tidak," kata Argo di Polda Metro Jaya, Selasa (18/7/2017).
Investigasi yang dilakukan Universitas Gunadarma untuk menyelidiki kasus bullying tersebut sudah memasuki babak akhir.
"Berdasarkan pengakuan mahasiswa yang ada di dalam video mereka tidak bermaksud untuk mem-bully, akan tetapi hanya bercanda sesama teman kelas," ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Irwan Bastian di kampus D Universitas Gunadarma, Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat.
Pelaku, kata Irwan, memperlakukan Farhan seperti ketika mereka bercanda kepada teman-teman lain pada umumnya
"Teman-teman satu kelasnya menganggap bahwa MF berlaku seperti rekan-rekan lain, artinya memiliki perilaku biasa tidak berkebutuhan khusus," kata dia.
Mengenai video yang viral di media sosial, pelaku mengatakan itu dibuat secara spontan.
Ibu korban bernama Mata Elis (57) tak kuasa melihat video aksi perundungan yang dialami Farhan.
Dia bahkan tak mau lagi melihat video viral itu karena kerap membuatnya sedih.
"Sejak kejadian itu, kita enggak ada yang makan. Kayak puasa saja. Karena terlalu sedih," kata dia kepada wartawan di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017).
Ayah Farhan, Mansur (67), juga terpukul, dan masih ingat betul reaksi Elis waktu kali pertama menyaksikan video perundungan Farhan.
"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Anak saya yang lihat videonya. Ibunya langsung nangis," kata dia.
Mansur mengatakan Farhan mengaku sudah mengalami perundungan semacam itu sejak semester pertama.
"Menurut dia sudah semenjak semester pertama. Dia enggak mau membebani orangtua. Mau menghadapi sendiri," tutur dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Siapa Sebenarrnya Naput? Seleb TikTok Medok, Maba Baru Gundar yang Viral
-
Halda Rianta Kuliah Dimana? Heboh 'Ratu Depok' Punya Hubungan Spesial dengan Jirayut
-
Gunadarma Luncurkan UG Matriks dan Inovasi Teknologi Penanganan Bencana Cianjur
-
Babak Baru Kasus Persekusi Di Kampus Gundar: Korban Lapor Polisi, Para Pelaku Siap Dicari
-
KemenPPPA Sesali Sikap Kampus Gunadarma Soal Kasus Pelecehan Seksual yang Berakhir Damai
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kemarau Panjang Mengintai, Jakarta Rencanakan Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta
-
DTI Series 2026 Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi Digital Nasional
-
15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!
-
YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi
-
BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global
-
Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak
-
Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata
-
Waspada Video Lawas! Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoaks Demo Anarkis Bisa Dipidana
-
Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya