Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Pemerintah Provinsi Jakarta melayangkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi supaya mendapatkan rekomendasi penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Reklamasi Teluk Jakarta yang kini dihentikan pembahasannya di DPRD.
"Kami ini sudah mengirim surat ke KPK meminta rekomendasi buat penyelesaian dua raperda ini supaya tidak gantung," kata Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (27/7/2017).
Menurut Djarot biar bagaimanapun dua raperda itu diperlukan karena proyek reklamasi bukan baru sekarang, tapi sudah ada sejak dulu. Bahkan, beberapa wilayah yang ada di teluk Jakarta adalah hasil reklamasi.
"Beberapa wilayah itu kan juga hasil reklamasi, mulai Ancol, Kapuk. Maka dibutuhkan landasan hukum yang jelas," ujar Djarot.
Pada Rabu (26/7/2017), kemarin, DPRD kembali menegaskan tidak akan melanjutkan pembahasan raperda yang secara spesifik berisi tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.
"Berdasarkan hasil rapat pimpinan gabungan, 2 raperda itu dihentikan pembahasannya. Itu adalah sikap kami yang paling akhir berkaitan pembahasan dua raperda itu," kata Wakil Ketua DPRD Jakarta Triwisaksana.
Menurut Djarot tidak ada alasan bagi DPRD menghentikan pembahasan raperda.
"Justru kalau raperda dibahas itu yang dimenangkan warga Jakarta. Jadi nggak ada win-win. Kalau beliau mau menolak, alasannya apa? Dasarnya apa? Makanya kami minta rekomendasi dari KPK supaya segera selesai," kata Djarot.
"Kami ini sudah mengirim surat ke KPK meminta rekomendasi buat penyelesaian dua raperda ini supaya tidak gantung," kata Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (27/7/2017).
Menurut Djarot biar bagaimanapun dua raperda itu diperlukan karena proyek reklamasi bukan baru sekarang, tapi sudah ada sejak dulu. Bahkan, beberapa wilayah yang ada di teluk Jakarta adalah hasil reklamasi.
"Beberapa wilayah itu kan juga hasil reklamasi, mulai Ancol, Kapuk. Maka dibutuhkan landasan hukum yang jelas," ujar Djarot.
Pada Rabu (26/7/2017), kemarin, DPRD kembali menegaskan tidak akan melanjutkan pembahasan raperda yang secara spesifik berisi tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.
"Berdasarkan hasil rapat pimpinan gabungan, 2 raperda itu dihentikan pembahasannya. Itu adalah sikap kami yang paling akhir berkaitan pembahasan dua raperda itu," kata Wakil Ketua DPRD Jakarta Triwisaksana.
Menurut Djarot tidak ada alasan bagi DPRD menghentikan pembahasan raperda.
"Justru kalau raperda dibahas itu yang dimenangkan warga Jakarta. Jadi nggak ada win-win. Kalau beliau mau menolak, alasannya apa? Dasarnya apa? Makanya kami minta rekomendasi dari KPK supaya segera selesai," kata Djarot.
Komentar
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Kapolres Sukabumi di DPR: Ibu Tiri Sempat Tak Mengaku Aniaya Nizam Syafei
-
Iran Tegaskan Tak Akan Bernegosiasi dengan AS
-
Polri Petakan Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 dalam 2 Gelombang, Ini Detailnya
-
Kesaksian Didik Suhardi: Dicopot Nadiem Makarim dari Sekjen Tanpa Catatan Kesalahan
-
Trump Targetkan Perang Iran Selesai dalam 4 Minggu, Gunakan Model Venezuela Gulingkan Rezim
-
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ahmad Muzani Bocorkan Sikap Prabowo
-
Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
-
Anthropic Tolak Proyek AI Militer AS hingga Bikin Trump Murka, OpenAI Langsung Ambil Alih
-
Fakta Janggal Kematian Nizam Syafei di Sukabumi, Ayah Bahas Pemakaman Saat Anak Masih Kritis
-
Daftar Pejabat Tinggi Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel, Termasuk Ali Khamenei