News / Nasional
Selasa, 08 Agustus 2017 | 15:03 WIB
Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Amanat Nasional Yandri Susanto [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Ketua DPP PAN Yandri Susanto meminta Partai Nasdem meminta maaf untuk menyelesaikan polemik pernyataan Ketua DPP Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat. Laiskodat menyatakan kalau PAN, Demokrat, Gerindra dan PKS adalah partai yang intoleran.

"Kami sudah dengar ‎dan menurut Nasdem tidak ada salahnya, itu kita hormati. Tentu Nasdem juga harus menghargai sikap PAN, pernyataan itu mencederai PAN," kata Yandri di DPR, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Dia menambahkan PAN merupakan partai yang mendukung Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Hal itu yang sering gadang Ketua Umum PAN yang sekaligus Ketua MPR, Zulkifli Hasan.

"Bang Zul tiap hari menyosialisasikan empat pilar. Kalau ada tudingan terbuka seperti itu, salah besar. Ketum kami tentu sangat toleran. Kalau PAN disebut tidak toleran, pro ekstrimis, ingin membubarkan nkri saya kira harus belajar lagi deh membaca lagi," tutur Anggota Komisi II DPR ini.

‎Dia menegaskan, bila tidak ada permintaan maaf atas kasus ini, PAN akan ‎melanjutkannya ke proses hukum.

"Kita minta Bang Viktor minta maaf, karena dia menuding pihak lain dan pihak lain keberatan. Kalau tidak ada permintaan maaf yang di Bareskrim menurut kami lanjut terus. Kalau menurut mereka tidak salah, kami minta aparat penegak hukum tegakan aturan main," ujarnya.

"Kita sebenarnya nggak ada masalah. Kalau ada masalah kita selesaikan dengan cara baik-baik, dengan nilai-nilai Pancasila, salah satunya minta maaf," tambah Yandri.‎

‎Ketua DPP Partai NasDem Johnny G. Plate, mengatakan Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat tidak perlu minta maaf atas peristiwa ini.

"Siapa yang harus minta maaf? Nggak perlu. Karena kita nggak ada salah kok," ujar Johnny di DPP Partai NasDem, Jalan RP Soeroso Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Menurut Johny, rekaman pidato Viktor yang sudah menyebar luas di media sosial itu merupakan hasil editan. Oknum tersebut, kata dia, yang seharusnya minta maaf karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga: MKD Bakal Minta Klarifikasi dari Viktor Laiskodat

"Yang minta maaf yang buat itu harusnya. Ya kita korban dong. Kita dirugikan dengan viral yang berkembang ini," imbuhnya.

Dalam rekaman video pidatonya yang tersebar di media sosial, Victor mengatakan bahwa kelompok ekstrimis mulai bangkit di Indonesia. Kelompok itu mengusung sistem khilafah dan ingin mendirikan negara Islam. Sementara partai yang mendukung kelompok itu adalah Partai Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN.

Load More