Kaisar Raja Bana Naineno II, dari Kerajaan Oenun Mutis atau Kerajaan Bikomi Miomafo, Pulau Bana Mataus Timor Indonesia, Nusa Tenggara Timur menceritakan kiprah seorang Raja di era modernisasi di kerajaan yang dia pimpin.
Selama memimpin Kerajaan Oenun Mutis, ia masih mendapat upeti dari masyarakat adat setempat.
Upeti merupakan harta yang diberikan suatu pihak ke pihak lainnya, sebagai tanda ketundukan dan kesetiaan, atau kadang-kadang sebagai tanda hormat.
"Saya sebagai Kaisar Raja Bana Naineno ke II, saya menerima upeti dari jaman purbakala sampai hari ini. Setiap tahun saya menerima upeti dari kerajaan saya dari masyarakat adat kerajaan saya, sejak zaman purba hingga hari ini," ujar Raja Bana kepada Suara.com usai pengukuhan Majelis Agung Raja Sultan (Mars) Indonesia, di Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (24/8/2017).
Raja Bana Naineno juga mengibaratkan bahwa rakyat merupakan sebuah emas yang harus dijaga dan dipelihara sebaik-baiknua. Karenanya sebagai seorang Raja, ia berkewajiban mengabdikan diri kepada rakyat yang dia pimipin.
"Bagi kami, rakyat adalah emas tanah air itu adalah emas. Raja harus mengabdi pada rakyatnya dalam suka dan duka. Dukanya rakyat deritanya Raja, kesenangan rakyat, kesenangan Raja. Jadi manunggalnya Raja dan rakyat sejak zaman purba sampai hari ini. Karena itu Raja seluruh hidupnya habis buat rakyatnya," kata dia
Selain itu, Raja Bana di era modern merasakan masyarakat Indonesia saat ini, tetap mengacu pada sejarah dan kebudayaan Indonesia yakni berdasarkan UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Yang saya rasakan di zaman moden masih berdasarkan UUD 45, NKRI, Pancasila, Proklamasi dan Bhinneka Tunggal Ika. Jadi bangsa Indonesia tetap maju dan modern tetap berakar pada sejarah dan kebudayaan bangsa sendiri . Dia tidak ingin asing dengan negaranya sendiri. Misalnya saya putri dari Aceh , tapi saya tidak mau menjadi orang afrika, saya tetap menjadi anak Indonesia di tengah permukaan bumi ini," ucap Raja Bana.
Baca Juga: Gara-gara Gayus Tambunan, Bayar Pajak Diibaratkan Bayar Upeti
Lebih lanjut terkait adanya pengukuhan organsisasi Majelis Agung Raja Sultan (Mars) Indonesia, berharap organisasi yang membawahi Raja, Sultan, Dato dan Penglesir itu dapat menjadi benteng bagi persatuan Indonesia.
"Mars Indonesia diharapkan menjadi benteng pertama dan terakhir Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Sangsaka Merah Putih, Cita-cita tujuan nasonal Negara Republik Indonesia dan menjadikan bangsa Indonesia mnjadi bangsa yg terhormat bermartabat di tengah umat manusia dan menjaga warisan kebudayaan bangsa. Kebudaayan adalah roh dari suatu bangsa," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan