Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem, Akbar Faisal geram atas pernyataan pengacara Elza Syarief yang menyebut dirinya sempat menekan terdakwa kasus pemberian keterangan palsu, Miryam S. Haryani. Akbar merasa martabat yang selama ini ia jaga dipermainkan Elza.
"Saya tidak heran ketika saudari Miryam S Haryani, yang menurut pengakuannya saudari Elsa bahwa dia baca pada BAP-nya Miryam. Tapi Miryam sudah mencabut BAPnya dan membantah secara langsung pernyataan Elsa itu. Tapi Elsa tetap bertahan dan saya tidak heran sebenarnya," kata Akbar di Bareskrim Mabes Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2017).
Diketahui, pada persidengan kasus pemberian keterangan palsu dengan terdakwa Miryam di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta (21/8/2017), Elza memberikan keterangan kepada majelis hakim bahwa Miryam pernah bercerita kepada dirinya terkait adanya suatu pertemuan Miryam dengan sejumlah anggota DPR.
Dalam pertemuan itu, kata Elza, Miryam mengaku sempat dimarahi oleh Akbar karena kesaksiannya kepada penyidik KPK dianggap telah menghianati sejumlah anggota DPR. Saat itu Miryam sangat tertekan.
Namun demikian, Miryam sendiri membantah pernyataan Elza. Ia tidak merasa pernah bercerita terkait hal itu kepada Elza. Meski dibantah secara langsung dalam persidangan, Elza tetap kekeh pada penyataannya.
Hal inilah yang membuat Akbar geram dan melaporkan Elza ke Bareskrim Polri hari ini. Ia merasa harga dirinya dijatuhkan oleh Elza.
"Kalau begini caranya, saya tidak akan membiarkan harga diri saya di uyak uyak. Bertahun-tahun saya menjaga kredibilitas, tapi ada yang mencoba bermain-main dengan itu. Maka kemudian saya laporkan hari ini," ujar Akbar.
Akbar mengaku telah melampirkan beberapa berkas kepada penyidik terkait dengan laporannya hari ini. Salah satunya adalah bukti rekaman saat Elza memberi kesaksian dalam persidangan Miryam, dan sejumlah hardcopy pemberitaan dari media.
Baca Juga: Elza Akui Miryam Bertemu Novanto, Akbar Faisal Marah
"Banyak yang aneh memang. Termasuk bagaimana di media tertentu dengan lengkap disebutkan bahwa Miriam membantah pernyataannya Elsa. Tetapi ada pula media yang tidak memuat bantahan itu. Hanya pengakuannya Elsa saja yang dimuat," kata Akbar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend