Mereka mencurigai, pemerintah mengkhawatirkan kelompok-kelompok joging itu bisa diorganisasikan menjadi grup oposan.
Partai Kongres Rakyat, yang kekinian berkuasa, dituding berada di balik layar penerbitan pelarangan joging. Mereka tidak ingin kekuasaan yang sudah direngkuh sejah tiga dekade silam dirampas kaum oposan.
Tudingan itu bukan tanpa alasan kuat. Partai itu pernah membayar sejumlah kriminal untuk ikut berjoging sembari menenggak minuman beralkohol dan melakukan aksi kriminal, menyebar ujaran kebencian, dan sengaja menyanyikan lagu serta slogan anti-pemerintah.
Patgulipat itu, masih seperti yang dilaporkan The New York Times, dilakukan agar partai tersebut bisa mendiskreditkan kelompok oposan, serta kembali menempatkan Ernest Bai Koroma sebagai presiden pada pemilu tahun 2012.
Apalagi, kekinian, dua tokoh oposan yang menyatakan bakal menjadi peserta pemilihan presiden, Julius Maada Bio dan Kandeh Kolleh Yumkella, dikenal sebagai pejoging di Freetown setiap akhir pekan.
Setiap mereka berjoging, tak jarang warga lain yang ikut berlari meneriakkan yel-yel mendukung keduanya sebagai calon presiden untuk meruntuhkan kekuasaan Partai Kongres Rakyat.
ekretaris Jenderal Gerakan untuk Kemajuan Sosial—organisasi politik oposan—Karim Bah, mengatakan kebijakan pelarangan joging itu melengkapi serangkaian perintah anti-demokrasi yang sudah diterbitkan pemerintah.
"Sebelumnya, sejak mereka berkuasa, hak untuk menggelar demonstrasi damai sudah dilarang. Kini, kita harus sekuat tenaga menentang kebijakan larangan joging. Itu adalah hak kita untuk mendapatkan kebebasan," tegas Karim.
Baca Juga: Mendagri Minta Peserta Pilpres, Pileg, Pilkada Tak Sebar Isu SARA
Berita Terkait
-
Sierra Leone Pecat 1 Menteri dan 2 Pejabat karena Penipuan Haji
-
Korban Longsor Sierra Leone Terus Bertambah, Nyaris 400 Orang
-
Dasyatnya Banjir di Sierra Leone Tewaskan Lebih dari 200 Orang
-
Jokowi: Membangun Ekonomi Afrika Harus Tanpa Merusak Afrika
-
Inilah Alasan PT INKA Lirik Afrika Untuk Ekspor Kereta Api
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!
-
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris
-
Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari
-
Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel
-
Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI
-
Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana
-
MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi
-
Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya
-
Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
-
Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri: IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten