Suara.com - Migrant Care, organisasi nonpemerintah yang fokus mengadvokasi hak buruh migran dan migrasi, melansir data bahwa grafik persentase kasus perdagangan manusia (human trafficking) yang melibatkan Indonesia tajam meningkat sejak tahun 2015.
Ketua Migrant Care Anis Hidayah mengungkapkan, persentase perdagangan manusia itu meningkat setelah pemerintah menerapkan moratorium (penghentian sementara) pengiriman buruh migran ke-21 negara di Timur Tengah.
"Setelah menerapkan moratorium, pengawasan dan kontrol pemerintah terhadap perdagangan manusia terbilang tak ketat. Lebih dari 2.644 orang yang menjadi korban perdagangan manusia selama moratorium,” tutu Anis di Restoran Kekini, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017).
Data terakhir yang dimiliki Migrant Care, yakni tahun 2016, terdapat lebih dari 10.200 orang Indonesia yang didagangkan ke luar negeri.
Ironis, kata dia, tak banyak sindikat perdagangan manusia yang terbongkar dan dihadapkan ke muka pengadilan.
“Pelaku perdagangan manusia yang diproses secara hukum tak lebih dari satu persen,” tukasnya.
Ia mengatakan, persoalan inilah yang nantinya akan dijelaskan dalam sidang ke-27 Komite Perlindungan Pekerja Migran PBB di Geneva, Swiss, pada tanggal 4-13 September 2017.
Anis sendiri termasuk sebagai anggota delegasi lembaga nonpemerintah yang akan mempresentasikan hal tersebut, dalam sidang PBB.
"Jadi, ini yang kami utarakan kepada PBB, sehingga ke depan, dapat memacu pemerintah menangani secara serius persoalan perdagangan manusia,” tandasnya.
Baca Juga: Santap Sate Kambing Kurban, Warga 2 Kampung Keracunan
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
-
KPK Bakal Panggil Pihak Terkait Kasus Bank BJB, Termasuk Aura Kasih?
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
Terkini
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
-
KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Jabatan Bergilir atau Prestasi Diplomatik?
-
Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar
-
Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana
-
Geger! Bom Molotov Dilempar ke Sekolah di Kubu Raya
-
Prabowo 'Hardik' Negara Besar Soal Pembantaian, Pakar UMY Ungkap Target Spesifik di Baliknya!
-
Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi
-
Buntut Hujan Deras, 39 RT di Jakarta Selatan Dikepung Banjir Setinggi 30 Sentimeter
-
Mahfud MD Beberkan 4 Isu Krusial Komisi Reformasi Polri: Posisi Kapolri hingga Penguatan Kompolnas