Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko di rumah dinasnya Jalan Panglima Sudirman nomor 98 Kota Batu, Sabtu (16/9/2017) siang. Setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) bersama empat orang lainnya, Eddy sempat diamankan ke Polda Jawa Timur untuk diperiksa.
Empat orang yang ditangkap bersama Eddy adalah Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Batu berinisial EDS, Kepala BKAD Pemkot Kota Batu berinisial ZE, seorang pengusaha FAL, dan seorang supir berinisial Y.
Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif membeberkan kronologi OTT Wali Kota Batu tersebut. Pada Sabtu (16/9/2017) pukul 13.00 siang EDS bertemu dengan seorang pengusaha FAL di sebuah resto.
Di resto milik FAL ini, keduanya menuju parkiran dan di sini diduga terjadi penyerahan uang sebesar Rp100 juta.
"Lalu sekitar 30 menit kemudian, FAL datang ke rumah dinas Wali Kota baru untuk menyerahkan uang Rp200 juta pecahan Rp50 ribu dengan dibungkus kertas koran dan paper bag. FAL bersama supir kami amankan, setelah itu dibawa ke Mapolda Jawa Timur," ungkap Laode Syarif dalam konfrensi pers di kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (17/9/2017).
Kemudian tim penyidik KPK mengikuti EDS. Pada pukul 16.00 sore, EDS tangkap di rumah Kepala BKAD Pemkot Kota Batu yaitu ZE. Ditangannya diamankan uang Rp100 juta yang dibungkus dengan kertas koran tadi.
"mereka dibawa ke Pemkot Batu untuk pemeriksaan. Untuk kepentingan penyidikan, tim menyegel ruangan di sejumlah tempa seperti ruang kerja Wali Kota Batu, ruangan Kepala ULP, ruangan kerja kepala BKAD, ruangan di kantor FAL dan beberapa ruangan di kantor Wali Kota Batu," kata dia.
Dia menjelaskan, diduga uang Rp200 juta diperuntukkan sebagai total fee Rp500 juta anggaran kerja Pemkot Batu tahun anggaran 2017. Sedangkan Rp300 jutaya sudah diberikan untuk melunasi pembelian mobil Toyota Alphard.
Baca Juga: KPK Tetapkan Wali Kota Batu Sebagai Tersangka
"Sementara yang Rp100 juta diberikan FAL kepada EDS sebagai panitia pengadaan," kata dia.
Setelah pemeriksaan 1×24 jam dan gelar perkara dugaan korupsi pengaadaan di Pemkot Batu, KPK menetapkan tiga orang tersangka, yakni ERP, EDS dan FHL sebagai pemberi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri