Suara.com - Media massa punya peranan penting dalam menjaga agar hubungan Malaysia dan Indonesia tetap harmonis dan jauh dari konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh jurnalis senior dan penguji kompetensi wartawan nasional, Aat Surya Safaat dalam sebuah diskusi dan bedah buku bertajuk "Resolusi Konflik melalui Media Komunikasi", di Jakarta, Selasa (19/9/2017).
"Oleh karena itu media massa di Indonesia dan Malaysia jangan membesar-besarkan isu yang kecil atau mengecilkan isu yang berpotensi besar agar hubungan kedua negara tidak mengalami keretakan," katanya.
Wartawan senior itu menilai, hubungan diplomatik antara Malaysia dan Indonesia cukup fluktuatif.
"Walaupun Indonesia dan Malaysia adalah negara dengan rumpun kebangsaan dan bahasa yang tidak jauh berbeda, bahkan keduanya tergabung dalam banyak organisasi yang sama, seperti salah satunya Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), keduanya kerap terlibat konflik," tambahnya.
Ia lantas mencontohkan, Indonesia dan Malaysia sempat bersitegang saat mengklaim kepemilikan atas kain Batik, seni pertunjukan tradisional Reog, lagu Rasa Sayange, Pulau Sipadan-Ligitan, dan isu pencurian ikan.
"Masalah terakhir yang cukup ramai diberitakan adalah insiden pemasangan bendera Indonesia terbalik oleh panitia Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Bahkan di satu kesempatan, tim Indonesia tidak diberi makanan pada acara santap malam pada rangkaian pesta olahraga tersebut," katanya.
Namun insiden itu, menurut Aat, perlu disikapi secara cermat. Pasalnya, pemberitaan yang tidak berimbang dapat berujung pada retaknya hubungan dua negara.
"Perdebatan kerap terjadi karena ada miskomunikasi antara publik Indonesia dan Malaysia. Salah satu sebabnya, pemberitaan di kedua negara seringkali bernada provokatif dan sensasional, padahal mungkin insiden itu terjadi karena faktor ketidaksengajaan," tambahnya.
Baca Juga: Berada di Pengungsian, Warga Rohingya Mulai Diserang "Pneumonia"
Dengan begitu, ada sejumlah strategi yang dapat ditempuh untuk mengarahkan agar media massa di Indonesia dan Malaysia dapat menjadi agen pemersatu kedua bangsa.
"Pertama tentunya, media harus menjalankan fungsinya sesuai dengan prinsip dasar jurnalistik, yaitu menyampaikan fakta secara adil dan berimbang, serta memperhatikan dampak dari tulisan, dan mengedepankan rasa empati dan ketulusan dalam proses penyampaian tersebut," kata Aat.
Di samping itu, ia menambahkan, wartawan dari dua negara dapat memperbanyak dialog melalui forum bilateral atau multilateral.
"Kerja sama dapat dilakukan melalui Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI), atau secara multilateral dalam forum CAJ (Confederation of ASEAN Journalists)," terang wartawan seniot tersebut.
Dalam acara peluncuran buku itu, sejumlah mahasiswa program doktor Universitas Sahid Jakarta turut hadir dan menjadi pembicara.
Dua pengisi diskusi yang ikut menyampaikan pandangannya adalah Agus Triyono dengan tulisan berjudul "Resolusi Konflik Penyelenggaraan Pilkada Kota Salatiga 2017", dan Rully dengan tulisan berjudul "Politisi dalam Media Sosial".
Buku yang diluncurkan itu merupakan bunga rampai atau kumpulan esai hasil pemikiran para mahasiswa program doktor Universitas Sahid, di bawah bimbingan Suwaib Amiruddin, pengajar mata kuliah Komunikasi dan Resolusi Konflik. [Antara]
Berita Terkait
-
Paradoks Belanja Iklan Rp60 Triliun: Pesta Pora Korporasi dan Senjakala Media Massa
-
Sepekan Terakhir, Isu Kekerasan Masif Hiasi Pemberitaan Media Online
-
Hendri Satrio Sebut Momen Keos Ini Jadi Waktu Tepat Pemerintah Komunikasi Dengan Media Massa
-
Tsunami Informasi Mengancam Akal Sehat : Pakar Ungkap Dampak Mengerikan Misinformasi di Era Digital!
-
Kisah Mayat Mendatangi Kantor Media Massa dalam Buku Klop karya Putu Wijaya
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026