Suara.com - Banyak orang yang menilai suatu barang dengan caranya sendiri. Bahkan, mereka rela mengosongkan dompet mereka demi sesuatu yang mungkin terdengar menggelikan atau aneh bagi orang lain.
Yup, seperti yang satu ini. Seseorang rela menguras koceknya demi membeli "harta karun" Adolf Hitler seharga 5.000 poundsterling atau kisaran Rp90 juta. Bagaimana tidak dianggap aneh, "harta karun" yang dimaksud adalah sebuah celana dalam.
Bill Panagopoulos, juru lelang, telah meyakinkan orang yang bersangkutan untuk memutuskan menjual celana ke neo-Nazi segera setelah dia mendapatkannya. Pembeli yang tidak mau disebutkan namanya, diketahui berbasis di AS.
Bill, yang memiliki Alexander Historical Auctions di Chesapeake City, Maryland, mengatakan orang cenderung membeli memorabilia Hitler yang menakutkan atau hal-hal yang membuatnya terlihat seperti badut, seperti ini.
"Kami sudah menjual pakaian dalam milik Eva Braun sebelumnya, tapi tidak pernah milik Hitler sendiri. Saya pikir ini adalah pertama yang datang ke pasar," ujarnya.
Lelaki berusia 58 tahun itu mengatakan bahwa ukurannya 'sangat besar', mulai dari pinggang dan diberi monogram dengan inisial A.H.
Celana itu rupanya tertinggal dalam kemewahan Parkhotel Graz di Austria setelah diktator genosida itu tinggal di sana pada bulan April 1938, kurang dari sebulan sebelum Nazi mencaplok negara tersebut. Mereka kemungkinan akan dikirim ke binatu hotel, lalu selesai setelah Hitler dan rombongannya telah check out.
Penjualnya adalah cucu dari orang yang memiliki hotel saat itu.
"Mereka ada di keluarga yang memiliki hotel yang sangat bergengsi, hampir 80 tahun, dan ketika kami mendapatkannya, mereka terbungkus kertas tisu dalam sebuah kotak. Bersih seperti selesai dari binatu," kata Bill.
Baca Juga: Pemburu Harta Karun Amatir Tak Sengaja Bongkar Rahasia Hitler
Dia menganggap, pembeli akan membingkai celana itu dan meletakkannya di rumahnya.
"Itu akan menjadi relik yang paling banyak ditanyakan di rumah ini," pungkasnya. [Metro]
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK
-
Pamer Anak Jadi WNA Picu Amarah Warganet, Mengapa Pernyataan Alumni LPDP Begitu Sensitif?
-
Skandal Bripka AI, Oknum Polisi Tangerang Jadi Tersangka Usai Gadai Mobil Rental Rp25 Juta
-
KPK Incar Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Skandal Suap Jalur Kereta Api DJKA
-
Gus Yaqut Lawan Status Tersangka KPK, Akui Berhasil Berangkatkan 241.000 Jemaah Haji
-
Ancaman PHK Gegara Impor Mobil Pick Up India, Buruh Minta KPK Turun Tangan Jaga Uang Rakyat