Suara.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Sukamta mengatakan, pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Salah satu isu yang dibahas mengenai pernyataan Gatot terkait institusi non-TNI yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk sejata secara ilegal dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo, yang memunculkan polemik di masyarakat.
"Yang disampaikan panglima ini memang nanti perlu didalami ya," kata Sukamta disela acara penyerahan bantuan untuk warga Rohingya di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (25/9/2017).
"Saya sampai hari ini masih belum menangkap dengan baik apa yang dimaksudkan oleh panglima. Saya kira nanti kita dalami dulu di (rapat dengan) Komisi I," lanjutnya.
Dijelaskan Sukamta, Komisi I dengan panglima TNI memang sudah ada rencana rapat bersama dalam waktu dekat. Namun, semula agenda pembahasan hanya berkaitan dengan anggaran.
Lantaran munculnya polemik isu senjata ilegal, kata Sukamta, pihak Komisi I pun berencana sekalian meminta klarifikasi langsung dari panglima TNI.
Rapat ini dijadwalkan digelar pada 3 Oktober mendatang, berbarengan dengan rapat bersama Kementerian Keuangan.
Namun, rapat bersama itu, kata Sukamta, kemungkinan batal karena panglima TNI kemungkinan tidak bisa hadir karena kesibukan.
"Kami meminta mereka (pihak TNI) cari waktu dulu kapan bisanya. Mungkin setelah tanggal 5, setelah peringatan HUT TNI bulan depan," tutur Sukamta.
Baca Juga: Bubarkan Kebaktian di Rusun, Joker Siap Diproses Hukum
Lebih jauh, Sukamta mengatakan belum bisa menilai pernyataan yang disampaikan Gatot dalam forum silaturahmi bersama purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017) lalu.
"Nanti kalau sudah ketahuan, baru kita bisa melakukan penghakiman. Sekarang kan kita belum nangkap maksudnya panglima apa dengan statement itu. Kan itu di forum tertutup," ujar Sukamta.
Diharapkan Sukamta, semua penyelenggara pemerintah bisa kompak satu sama lain supaya bisa mengemban tugasnya masing-masing untuk memajukan Indonesia.
"Sebetulnya secara umum kita pengen semua komponen yang ada dipemerintahan ini kompak, baik-baik lah semua. Koordinasi dengan baik. Itu saja yang kita harapkan, karena negara ini membutuhkan semua pihak berjalan dengan baik dan kompak," pungkasnya.
Berita Terkait
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
-
Bongkar Nasib Khoirudin Usai Tak Jabat Ketua DPRD DKI, PKS: Dapat Amanah Lebih Besar di DPP
-
Tunjuk Suhud Alynudin, Fraksi PKS Jelaskan Alasan Pergantian Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta
-
SK DPP Bocor! PKS Bakal Copot Khoirudin, Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI
-
Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Kronologi Lengkap Pria Depok Ngamuk Bumper Ambulans, Berawal dari Cekcok Soal Lampu Rotator
-
Dari Kantong Kuning dan Hijau, Jakarta Bisa Mulai Benahi Sampahnya
-
Yusril Ingatkan Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus: Jangan Sekadar Formalitas
-
Warga RT 02 Tebet Tak Lagi Buang Sampah Dapur ke TPA: Diubah Jadi Pupuk dalam Sumur Teba
-
Waspada Hantavirus, Arab Saudi Perketat Pengawasan Gerbang Masuk ke Negara
-
Wali Kota Jaktim Larang Lapak Kurban di Trotoar, Nekat Bakal Ditegur dan Ditertibkan!
-
Mengenal Teba Modern, Rahasia Warga Gudang Peluru Jadi Pionir Pilah Sampah Mandiri
-
Polisi Ungkap Kondisi 11 Bayi di Penitipan Sleman: Tiga Masih Dirawat di Rumah Sakit
-
Polemik RDF Rorotan: Benarkah Paparan Bau Sampah Bisa Ganggu Kesehatan Anak?
-
Perum Bulog Rayakan HUT ke-59 dengan Kegiatan Sosial dan Pelayanan Masyarakat