Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan pengurus partai ke KPU [suara.com/Erick Tanjung]
Partai Golkar didaftarkan sebagai calon peserta pemilu 2019 ke Komisi Pemilihan Umum, Minggu (15/10/2017). Rombongan pengurus Golkar dipimpin Sekretaris Jenderal Idrus Marham tiba di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.00 WIB.
Rombongan tersebut datang dengan menumpang bus. Mereka membawa sekitar tujuh kotak kontainer plastik berisi berkas.
Selanjutnya, mereka diterima anggota KPU, di antaranya Hasyim Asyari dan Viryan.
"Hari ini Ketua Umum Golkar menugaskan. Kami dan jajaran pengurus DPP untuk menyerahkan dokumen persyaratan pendaftaran sebagai calon peserta pemilu 2019 mendatang," kata Idrus Marham.
Rombongan tersebut datang dengan menumpang bus. Mereka membawa sekitar tujuh kotak kontainer plastik berisi berkas.
Selanjutnya, mereka diterima anggota KPU, di antaranya Hasyim Asyari dan Viryan.
"Hari ini Ketua Umum Golkar menugaskan. Kami dan jajaran pengurus DPP untuk menyerahkan dokumen persyaratan pendaftaran sebagai calon peserta pemilu 2019 mendatang," kata Idrus Marham.
Dia mengatakan Golkar telah menyiapkan semua berkas persyaratan pendaftaran.
"Kami salut dan memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada KPU atas komitmen yang ada, bagaimana Parpol sebagai pilar demokrasi dapat melakukan fungsi-fungsinya," ujar dia.
Kenapa Setya Novanto tidak ikut mendaftarkan partai ke KPU? Idrus mengatakan ketua umum sedang ada urusan lain sehingga diwakilkan ke pengurus.
"Untuk pendaftaran ini nggak perlu ketua (hadir), cukup pengurus dan sekjen saja," kata dia.
Hari ini lima partai mendaftar
Lima partai dijadwalkan mendaftar ke KPU sebagai calon peserta pemilu 2019, hari ini.
"PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Golkar, Partai Garuda, Partai Bhinneka dan Partai Pemersatu Bangsa," kata anggota KPU Hasyim Ashari di kantor KPU, pagi tadi.
Hasyim menambahkan selain lima partai, juga ada partai yang akan datang untuk melengkapi berkas yaitu Partai Solidaritas Indonesia yang didirikan Grace Natalie dan Partai Berkarya yang dibangun Tommy Soeharto.
"Dihari ke-12 sudah ada 11 parpol yang mendaftar sebagai calon peserta pemilu 2019," ujar dia.
Dari 11 parpol yang sudah mendaftar sejak periode pendaftaran dibuka 3 Oktober, tujuh partai sudah melengkapi berkas dan telah diterima sebagai calon peserta pemilu yaitu Perindo, Nasdem, PAN, Gerindra, Hanura, PDI Perjuangan, dan PKS.
Dalam proses pendaftaran data partai, KPU memeriksa kelengkapan berkas, seperti administrasi tingkat dewan pimpinan pusat hingga cabang.
Namun kelengkapan berkas administrasi belum jadi jaminan lolos menjadi peserta pemilu 2019. Berkas-berkas tersebut masih akan diverifikasi di lapangan.
Batas akhir pendaftaran pada Senin (16/10/2017) pukul 00.00 WIB.
Komentar
Berita Terkait
-
Adies Kadir Bukan lagi Kader, Bahlil: Golkar Sudah Wakafkan untuk Jadi Hakim MK
-
Isu Reshuffle Menguat, Sekjen Golkar: Kita Belum Dengar Info Yang Valid
-
Sari Yuliati Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir
-
Gantikan Adies, Sari Yuliati Ditetapkan Jadi Wakil Ketua DPR RI dari Golkar
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo