Suara.com - Selain menetapkan UMP DKI Jakarta tahun 2018, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno menjanjikan akan menggratiskan Transjakarta bagi penerima UMP dan potongan harga untuk berbelanja di Jakmart.
Menanggapi hal ini, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengatakan bahwa Anies - Sandiaga jangan lagi memberikan lip service terhadap buruh Jakarta.
Buruh yang naik Transjakarta rata-rata bekerja di tengah-tengah kota, seperti Jalan Sudirman dan Thamrin, atau di dekat jalan-jalan utama. Dan mayoritas dari mereka adalah orang yang berdomisili di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Kalau buruh Jakarta mayoritas pabrik-pabriknya di pinggiran kota. Seperti di daerah Cilincing, Cakung, Penggilingan, Ancol, Kapuk, Daan Mogot, Ciracas, Jalan Raya Bogor, Sunter, dan Priok," katanya.
Menurutnya, tempat tinggal dan pabrik-pabrik mayoritas buruh Jakarta berada di pinggir kota dan tidak terjangkau dengan Transjakarta. Sehingga para buruh naik angkot dan ojek yang harganya mahal untuk bisa masuk ke kawasan industri.
"Jadi kebijakan gratis Trans Jakarta ini menyisir buruh yang tidak tepat," kata Said Iqbal.
Tentang diskon di Jakmart, kata Said Iqbal, yang perlu diketahui adalah upah minimum ini hanya untuk buruh lajang massa kerja di bawah 1 tahun sebagai safety net. Buruh lajang kebanyakan tidak ada yang memasak.
"Sedikit sekali buruh lajang memasak, paling banter mereka masak Indomie," katanya.
"Kalau kebanyakan buruh lajang itu membeli masakan jadi di warteg. Karena itu tidak tepat kalau pakai Jakmart, karena tidak ada yang belanja. Jadi Jakmart tidak tepat sasaran," katanya.
Lagipula, kata dia, komponen penetapan upah minimum yang mahal adalah sewa rumah, kebutuhan air bersih, tarif listrik, transportasi, dan makanan.
Menurut Said Iqbal kebutuhan sewa rumah di Jakarta adalah Rp1 juta, transportasi Rp600.000 per bulan, listrik Rp300.000, dan makanan Rp1.020.000. Belum kebutuhan-kebutuhan yang lain.
"Jadi kalau gubernur menetapkan UMP Rp3,6 juta, padahal kebutuhan yang sederhana adalah Rp3,9 juta, maka tiap bulan bisa dipastikan buruh akan nombok Rp300 ribu," katanya.
Berdasarkan data KSPI, mayoritas buruh Jakarta 75 persen adalah penerima UMP. Berarti 75 persen buruh Jakarta yang jumlahnya jutaan orang akan nombok tiap bulan dan menutupinya dengan cara berhutang, mengurangi gizi kebutuhan hidup serta tinggal di rumah mertua atau orangtua.
Apalagi di 75 persen buruh penerima upah minimum tadi adalah para buruh yang sudah berkeluarga dan punya anak sampai tiga orang. Menurut Said Iqbal bagaimana mereka bisa bertahan hidup dengan upah uang rendah sekali?
"Karena itu stop retorika Anies-Sandi dengan lip service menggratiskan Transjarkarta dan pemberian diskon," katanya.
Berita Terkait
-
Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia
-
Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI
-
Sufmi Dasco Ahmad Tuai Sanjungan pada May Day 2026 usai Sahkan UU PPRT
-
KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT
-
Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Keamanan AS Mencekam Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Aksi Penyanderaan 12 Jam Berujung Tragis
-
'Bela Rakyatmu, Prabowo!': Nasihat Soemitro di Balik Keputusan Pahit Presiden Pecat Dadan Cs
-
Disebut Orang Gila oleh Trump, Benjamin Netanyahu: Kami Tetap Sahabat
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah