Suara.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengamen di salah satu warung soto, Jalan Laksda Adisucipto, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu.
Dedi ke Yogyakarta dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat atas undangan Ketua DPD Golkar setempat untuk mengisi acara Seminar Kader Penyelamatan Partai Golkar.
Disela berkunjung ke daerah itu, ia berwisata kuliner di warung soto Miroso, Yogyakarta. Di tempat itu, Dedi bertemu dengan kelompok pengamen, kemudian bernyanyi bersama dengan menggunakan bahasa Jawa.
"Terakhir (lagu yang dinyanyikan), 'ora ngiro' itu artinya tidak mengira ya?," kata Dedi seraya bertanya kepada pengamen.
Salah seorang pengamen tersebut kemudian menceritakan secara lengkap makna lagu yang baru saja mereka nyanyikan.
"Iya pak, jadi (lagu) ini mengisahkan tentang seorang wanita yang tidak mengira kekasihnya tergoda oleh wanita lain," kata Parman, salah seorang pengamen.
Dedi kemudian meminta sebuah lagu untuk dibawakan oleh pengamen tersebut. Dengan sigap, sang pengamen menyiapkan gitar dan membawakan lagu berjudul "Ojo Nelongso" yang pernah dipopulerkan Koes Plus.
Selama lagu tersebut dilantunkan kelompok pengamen, Dedi membawa toples sambil berkeliling ke seluruh pengunjung di warung soto tersebut untuk diisi uang seikhlasnya.
Diluar dugaan, uang ratusan ribu berhasil diperoleh. Jumlah itu lebih besar daripada yang biasa dikumpulkan oleh pengamen tersebut setiap hari.
"Rezeki ini, kalau ramai dapat Rp100 ribu sudah bagus. Ini dapat ratusan ribu, belum dihitung," kata seorang pengamen. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Bupati Purwakarta ke Rumah Reot karena Kicauan, Ini yang Terjadi
-
Bondan Winarno Dikenang Jadikan Sate Maranggi "Go Internasional"
-
Wasekjen dan Ketua DPD Golkar Jabar Berdebat Soal Munaslub
-
Dedi Mulyadi Sebut 20 DPD I Golkar Sepakat Minta Munaslub
-
Dedi Mulyadi: Kalau Opininya Terus Negatif, Golkar Ambruk
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
Terkini
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina
-
Potensi Korupsi Program MBG Ramai Dilaporkan ke KPK, Ini Alasan Belum Ada Penindakan
-
13 Jukir Liar Blok M Terjaring Razia, Begini Nasibnya Kini
-
Seskab Teddy Borong 5 Sapi Kurban dari Irfan Hakim
-
Prabowo Ikut Tarik Jaring Udang di Tambak Kebumen, Kagum Panen Capai 40 Ton per Hektare
-
MK Putuskan Hanya BPK yang Bisa Hitung Kerugian Negara, KPK Siapkan Edaran
-
Noel Tak Terima Dituntut 5 Tahun, Eks Penyidik KPK: Pejabat Korup Seharusnya Dihukum Lebih Berat
-
Reformasi dalam Bayang-Bayang Militer, Seskab Teddy Dinilai Jadi Contoh Nyata