Suara.com - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap penyeludupan 20 ribu butir ekstasi asal Jerman, yang mau diedarkan dalam perayaaan pegantian tahun 2017-2018.
Narkotika itu dikendalikan seorang warga negara Malaysia berinsial A yang kini masih mendekam di salah satu lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta.
"Ini dikendalikan dari dalam lapas oleh tersangka A yang merupakan warga negara Malaysia," kata Dirnarkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suwondo Nainggolan di Polda Metro Jaya, Rabu (27/12/2017).
Menurut Suwondo, pengungkapan kasus ini setelah polisi menangkap dua orang yang berperan sebagai kurir di halaman parkir sebuah kantor pos di kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara pada 20 Desember 2017. Mereka yang diringkus yakni perempuan berinisial DCS dan rekan laki-lakinya berinisial ABL alias AB.
Ketika menangkap kedua tersangka, polisi menyita tujuh kotak susu berisi paket ekstasi berwarna merah muda dan berlogo tokoh kartun Hello Kitty.
"Ini dikemas di dalam plastik, dibungkus ke dalam kotak merk Hero, kemudian di masukan dalam kardus, ada juga makanan-makanan untuk mengelabui," terangnya.
Setelah melakukan pengembangan dari keterangan dua tersangka, polisi menangkap pria berinisial SDN yang berperan sebagai orang kepercayaan A untuk mengedarkan barang haram tersebut.
Saat menangkap SDN di Apartemen Green Bay Pluit, Jakarta Utara, polisi menyita barang bukti narkoba berupa 1,66 gram sabu-sabu, tujuh butir pil ekstasi, timbangan elektronik dan tiga buah buku yang digunakan tersangka untuk mencatat dalam bertransaksi narkoba.
Baca Juga: Sultan Brunei Marah Ustaz Somad Ditolak di Hong Kong? Hoaks
"SDN ini pimpinan laundry, dia bekerja sebagai petugas laundry, sebagai manager, dia menyimpan barang itu di dispenser," kata Suwondo.
Pembalut
Dalam rilis kasus ini, polisi juga meminta DCS, perempuan yang menjadi kurir untuk membeberkan pil ekstasi asal Jerman yang diselundupkan melalui pengiriman barang di kantor pos.
"Saya diperintahkan untuk mengambil barang (pil ekstasi) di kantor pos. Setelah itu, jumlah dan segala macamnya tidak tahu, karena memang hanya diperintahkan ambil makanan di kantor pos yang kemarin ditangkap itu," kata DCS yang memakai penutup wajah.
DCS juga mengakui pernah diperintahkan untuk langsung mengambil pil ekstasi itu di Malaysia. Menurutnya, ketika mengambil barang haram itu, DCS diminta memakai pakaian yang tidak bisa terdeteksi metal detektor ketika keluar dan masuk bandara.
Pil ekstasi itu diselundupkan melalui cara dimasukan ke dalam pembalut wanita.
Berita Terkait
-
Kecelakaan di Tol, Mobil Innova Terbakar, Sopir Tewas Terpanggang
-
Ini Nama Korban Tewas Akibat Tembok Apartemen Pakubuwono Ambruk
-
Bikin Insta Story, Ramdani Sindir 'Larangan' Bermain di Malaysia
-
Malaysia Resmi Serukan Umat Islam Bersatu Lawan Kebijakan Trump
-
Tio Pakusadewo Empat Kali Beli Sabu dari Perempuan Berinisial V
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan