Suara.com - Filep Jacob Semuel Karma, aktivis Papua sekaligus eks tahanan politik, sempat dibekuk aparat kepolisian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kota Tangerang, Banten, Selasa (2/1/2018) malam.
"Tadi malam kami dari Reserse terima orang yang diamankan atas ama Filep Karma, yang bersangkutan diamankan setelah diperiksa," kata Kapolres Bandara Soeta Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan di Polda Metro Jaya, Rabu (3/1/2018).
Menurutnya, penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi bahwa Filep Karma menggunakan atribut berupa pin berlambang Bintang Kejora.
Lambang itu diidentifikasi polisi sebagai logo Organisasi Papua Merdeka (OPM). Aktivis HAM itu ditangkap ketika baru tiba di Bandara Soetta.
"Terkait adanya atribut dari kertas diduga ada lambang Bintang Kejora," kata Yusep.
Saat itu, kata dia, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap Filep. Kepada polisi, Filep sudah menegaskan tidak memunyai motif politik di balik pemakaian pin Bintang Kejora.
Filep, kata Yusep, mengungkapkan dirinya memang senang menggunakan pin bergambar Bintang Kejora.
"Hasil keterangan yang bersangkutan (Filep) motivasinya bilang hanya senang dengan lambang itu tidak ada niat apa-apa," tuturnya.
Karenanya, polisi tidak menahan Filep karena tak menemukan unsur pelanggaran pidana. Ia dilepas setelah diperiksa.
"Kami sempat memanggil keluarga dan pengacaranya. Sekarang sudah kami serahkan ke pengacara," jelasnya.
Dia menambahkan, kedatangannya Filep ke Bandara Internasional Soetta hanya untuk melanjutkan penerbangannya ke luar negeri.
Filep hendak menghadiri acara konferensi soal HAM di Jerman.
Untuk diketahui, Filep pernah dijebloskan ke penjara oleh Indonesia setelah memimpin demonstrasi massa di Kota Jayapura, Papua, tahun 2004.
Penangkapan itu dilakukan, karena saat demonstrasi Filep mengibarkan bendera Bintang Kejora sambil berteriak merdeka. Aksinya itu dianggap sebagai bentuk pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor