Suara.com - Polisi masih mempelajari perawatan gedung Bursa Efek Indonesia pasca peristiwa selasar di lantai satu, tower dua yang ambruk, pagi tadi.
"Bangunan punya blueprint. Pasti ada kekuatan untuk berapa tahun. Misalnya kekuatannya dibangun untuk 25 tahun. Nah ini belum sampai 25 tahun, lha ini ada apa? Pertanyaannya seperti itu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, Senin (15/1/2018).
Setyo mengatakan gedung BEI tempat peristiwa yang memakan korban luka-luka itu bukanlah gedung tua.
"Kalau orang barat biasa sebut freak accident, kejadian aneh. Nggak mungkin ah. Tapi kejadian. Kalau ini bangunan tua, ya iyalah. Tapi bangunan sebagus itu (BEI), ini menurut saya aneh, tapi nyata," kata dia.
Setyo menduga pengawasan terhadap perawatan gedung kurang maksimal.
"Gedung tinggi ada waktu tertentu dicek nggak mungkin nggak dicek. Memang ini mungkin lolos pengamatan. Freak accident tadi," kata Setyo.
Sebanyak 77 orang terluka setelah selasar ambrol. Puluhan orang di antaranya masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit hingga sore ini.
Berita Terkait
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
BEI Gembok 38 Emiten yang Belum Penuhi Free Float, Ini Daftarnya
-
BEI Pasrah Bareskrim Telusuri Praktik Goreng Saham
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar