Suara.com - Kepolisian Sektor Kuta, Bali mengenakan wajib lapor kepada ADR (31), yang menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap seorang perempuan wisatawan asal Selandia Baru berinisial AKJ.
"ADR dalam keterangan kepada kami memang mengakui mengucapkan kata tidak senonoh satu kali kepada korban, tetapi dalam konteks komunikasi yang sangat singkat sebelum dilakukan perekaman oleh korban yang kemudian menjadi viral di media sosial," kata Kapolsek Kuta komisaris Nyoman Wirajaya, Selasa (6/2/2018).
Berdasarkan keterangan ADR, percakapan yang diduga mengarah pornografi itu dilakukan saat ia dan korban duduk di salah satu sofa hotel.
Kala itu, korban mengeluhkan kelebihan pembayaran biaya kamar. Korban meminta pengembalian uang kelebihan bayar itu.
Menurut Kapolsek Kuta, ADR mengakui sempat mengucapkan kepada korban bahwa prosesnya sangat panjang untuk mengurus "refund" atau pengembalian uang ke pihak menajemen.
ADR mengucapkan bahwa dirinya bisa mengembalikan uang korban dengan syarat mau melakukan "oral seks".
"Itu diucapkan satu kali oleh ADR sebelum dilakukan perekaman," katanya.
Berdasarkan keterangan pihak manajemen, korban memang memesan kamar sejak 26 Januari hingga 31 Januari 2017.
Baca Juga: Golkar Pecat Bupati Jombang dari Ketua DPD Golkar Jawa Timur
Namun korban tidak menginap satu hari pada 28 Januari, sehingga meminta "refund" kepada ADR yang saat itu bertugas jaga di kasir.
"Sempat terjadi perdebatan antara ADR dan korban di lobi itu, dan ADR sempat menjelaskan proses untuk mengajukan itu sangat lama. Kami juga sudah melakukan eksaminasi isi rekaman itu dan ADR sudah mendapat hukuman sosial dan pemecatan dari hotelnya," Kapolsek Kuta.
Kasus pelecehan seksual terhadap tamu asing ini mencuat menjadi viral di media sosial sehingga kepolisian menyelidik, antara lain, dengan menelusuri Hotel Ramada Bali Sunset, Jalan Sunset Road Nomor 9 Kuta, Badung.
Pengalaman tidak menyenangkan turis itu dimuat di Facebook disertai rekaman video pada Sabtu (3/2) kemudian ramai dikomentari warganet, serta menjadi sorotan media di Australia dan Inggris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini
-
Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan
-
Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883
-
Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak
-
Asing Lepas BBCA hingga ASII, Ini Daftar Saham IHSG Rekomendasi Analis
-
Anak Krakatau Masih Level Siaga, BNPB Periksa Jalur Evakuasi hingga Sirene Tsunami Banten
-
Minyak Brent Tembus 101,84 Dolar AS per Barel akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah
-
Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
-
Prabowo Puji Demokrat Saat Jadi Oposisi: Tidak Caci Maki dan Bakar-bakar
-
Harga Minyak Tembus 100 Dolar per Barel! AS Siap Hancurkan Seluruh Kapal Tanker Iran