Suara.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memastikan, dirinya akan berusaha terus menjalin hubungan baik antara parlemen dengan semua wartawan. Bambang menginginkan lembaga yang dipimpinnya menjadi lembaga legislatif yang modern dan
terbuka dengan kritik dari siapa pun, termasuk pers.
"DPR adalah rumah rakyat, anggota DPR adalah wakil rakyat. Sungguh tidak beralasan manakala dikatakan DPR itu anti kritik dan tidak boleh dikecam. Bagi saya pribadi, kritik bagaikan vitamin yang menyehatkan pertumbuhan demokrasi," kata Bambang Soesatyo melalui siaran tertulis, Sabtu (24/2/2018).
Bambang Soesatyo mengatakan, tak mungkin DPR punya niat membungkam kritik apalagi memberangus kebebasan pers yang menjadi ciri demokrasi.
Jumat (22/2/2018) kemarin, mantan Ketua Komisi III DPR RI itu menerima
penghargaan Anugerah Pers Jawa Tengah 2018 di Semarang. Dengan anugerah tersebut, ia pun mengaku mendapat beban baru untuk terus meningkatkan kinerjanya demi kepentingan bangsa.
"Penghargaan ini menjadi cambuk bagi saya untuk meningkatkan kinerja, terutama dalam mengangkat marwah DPR RI sebagai lembaga perwakilan yang dekat dengan rakyat," ujar Bambang.
Bambang tak hanya sekali menerima penghargaan dari insan pers. Tahun 2017 lalu ia menerima penghargaan sebagai Best Legislator dari majalah Men Obsession. Ia pernah menerima Best Legislator Award dari Berlian Organizer tahun 2014, serta dari Persatuan Wartawab Indonesia News Maker Award tahun 2010.
"Saya anggap penghargaan ini juga sebagai bentuk apresiasi atas kinerja DPR RI. Alhamdulillah, ada yang memberikan nilai plus, di tengah banyaknya pandangan negatif terhadap DPR," kata Bambang.
Untuk diketahui, selain Bambang, yang menerima penghargaan di acara tersebut adalah Ketua Umum PSI Grace Natalie, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Firman Soebagyo, Plt Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo dan Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Koes Indriyah dan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.
Baca Juga: Nonton Bola Bareng, Ini Komentar Bambang Soesatyo Soal Jokowi
Berita Terkait
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto
-
Membedah Potensi Gangguan Asing terhadap Kondusivitas Negara
-
Bamsoet: Prabowo Capai Swasembada Beras 'Gaya' Soeharto-SBY Dalam Setahun
-
Jarang Hadir Rapat, Bambang Soesatyo Dilaporkan ke MKD DPR RI
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
DPR Bantah Menteri HAM Soal Larangan Tembak Begal: Polisi Tak Boleh Ragu Bertindak
-
Bukan Hantu atau Begal! Pocong Bikin Resah Warga Ciputat Tiap Malam Ternyata Pengamen
-
Perintah Kapolda Lampung Tembak Begal di Tempat Berpotensi Jadi Pembunuhan di Luar Hukum
-
Prabowo Target 100 GW PLTS dalam Tiga Tahun: Seberapa Siap Indonesia Mewujudkannya?
-
Ravio Patra Bongkar Temuan 34 CCTV di Sidang Praperadilan Andrie Yunus
-
Pemerintah Indonesia - Republik Korea Teken Kerja Sama Perkuat Pemerintah Digital
-
Kacau Balau di Jam Sibuk! Jalur Senen Tersumbat KA Anjlok, KRL Cikarang Kena Imbas
-
Bau Amis 'Lokalisir' Kasus Andrie Yunus, Kuasa Hukum Desak Polda Metro Jaya Ambil Alih
-
Setelah 28 Tahun Reformasi, Guru Besar UI Nilai Keadilan Masih Jauh dari Harapan
-
7 Dosen Terseret Kasus Pelecehan di UPN Veteran Yogyakarta, 13 Mahasiswa Jadi Korban