Suara.com - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed Bin Salman menegaskan, warga Israel juga berhak berada di tanah Palestina.
Sebab, bangsa Israel juga secara historis memunyai hak atas tanah Palestina.
Hal itu diutarakan Mohammed—yang merupakan pemimpin de facto Arab Saudi—dalam wawancara dengan majalah The Atlantic, Senin (2/4/2018).
Kepada pemimpin redaksi Jeffrey Goldberg, Salman mengatakan semua orang memiliki hak untuk hidup di negara yang damai.
"Saya percaya warga Palestina dan Israel punya hak memiliki tanah sendiri. Namun, kita harus memiliki sebuah perjanjian perdamaian untuk memastikan stabilitas bagi semua pihak dan memiliki hubungan yang normal,” kata Mohammed.
Ia juga tak menyetujui anggapan sejumlah pihak bahwa Saudi berprinsip anti-Semit. Mohammed menuturkan, banyak orang beragama Yahudi dari Amerika Serikat dan Eropa yang menetap di negerinya.
"Kami tak memunyai masalah dengan kaum Yahudi. Nabi Muhammad saja menikahi perempuan Yahudi,” tuturnya.
Goldberg mengatakan wawancara itu dilakukan sebelum bentrokan maut yang terjadi di perbatasan Israel-Gaza.
"Saya pikir pangeran tidak akan mengubah pendapatnya setelah insiden itu pun. Saudi, seperti negara-negara Arab lainnya, sudah cukup penat dengan masalah Palestina," terang jurnalis itu.
Baca Juga: Adhi Karya: Konstruksi Proyek LRT Jabodetabek Capai 35,20 Persen
Jumat (29/3) pekan lalu, ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza dengan Israel, sepanjang 45 kilometer, menuntut hak mereka untuk pulang ke rumah leluhur mereka di wilayah Palestina.
Aksi protes itu menandai awal dari demonstrasi enam pekan yang berakhir pada 15 Mei, yang diberi nama "Nakba" atau Hari Malapetaka, yaitu tanggal dibentuknya Israel pada 1948 silam.
Jumlah warga Gaza yang tewas di tangan pasukan Israel selama demonstrasi itu naik menjadi 18 orang.
Pengunjuk rasa menuntut agar pengungsi Palestina dibolehkan pulang ke kota dan desa yang terpaksa ditinggalkan keluarga mereka ketika Israel dibentuk.
Berita Terkait
-
Bunuh 16 Demonstran Palestina, PM Netanyahu Puji Tentara Israel
-
Anies Apresiasi Langkah KNRP Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
-
Bocah Palestina Penampar Tentara Israel Divonis 8 Bulan Penjara
-
Jual Senjata di Gaza, Pegawai Konsulat Prancis Ditahan Israel
-
Sapri Sale: Anak Pesantren Mengenal Israel dari Bahasa Ibrani
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai